Kamis, 06 September 2012

Quote #3

 Sesungguhnya usaha seorang wanita mencari jodoh itu adalah dengan cara menjaga kesucian dirinya. Karena wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.Dan yakinlah, suatu saat nanti laki-laki yang baik itu akan menjemputmu untuk meraih syurga bersama...

(ITS ME, FORMASI, 07092012)

Senin, 03 September 2012

Quote #2












Hidup ini adalah kesempatan
Kesempatan bagi manusia untuk belajar
Belajar dari setiap sisi kehidupan
"Iqra" "Bacalah"
Allah senantiasa memerintahkan kita untuk belajar
Membaca setiap sudut makna kehidupan

Minggu, 02 September 2012

Menghayati Sebuah Peran


nyambung gak ya??? --a
Terbetiklah judul diatas suatu ketika, tepatnya satu minggu yang lalu setelah aku menyelesaikan sebuah amanah. Sudah seminggu yang lalu, tapi aku baru sempat untuk menulis dan mempostingnya sekarang. Jangan tanya alasannya kenapa, karena kalian pasti tahu kalo membaca postingan tentang diriku sebelumnya. Buat beberapa orang mungkin akan mengerti maksud kenapa aku  membuat postingan ini. Karena sebelumnya aku pernah berbicara tentang hal ini kepada mereka, dan mereka pun mungkin mengalami hal yang sama denganku.

Setiap manusia dalam kehidupan, sekecil apapun itu, pasti memiliki peran. Entah itu protagonis, antagonis, atau di antara keduanya. Ini bukan tentang sinetron ataupun film, tapi ini tentang peristiwa kehidupan. Kau pernah ikut kegiatan atau sebuah festival dimana kau menjadi salah satu pengisi acara? Anggaplah kau ikut sebuah pentas drama dan kau menjadi pemeran figuran, peran yang sama sekali tak diperhatikan orang, bahkan kau sendiri baru tahu bahwa ada peran itu. Mungkin kau senang karna tetap mendapat peran walau figuran daripada tak lolos seleksi, tapi bukankah kau juga bisa sedih karna tak bisa mendapatkan peran yang lebih baik, yang mungkin akan lebih dihargai oleh orang lain??? Kali ini anggap saja kau kecewa dengan hasil yang kau dapatkan meskipun akhirnya kau terima juga peranmu. Latihan demi latihan kau jalani meskipun dengan hati dongkol juga iri melihat orang lain memainkan peran yang kau inginkan. Akhirnya kau menjadi tak ikhlas dalam menjalani latihan. Ketak-ikhlasanmu berakibat pada kesalahan-kesalahan yang kau lakukan saat latihan yang membuat pelatih jadi geram dan kesal padamu. Tiap hari dia marah-marah karna kau selalu melakukan kesalahan dan tak becus dalam berakting. Hal ini tent saja semakin membuatmu kesal bukan? Dan puncaknya kau dimarahi habis-habisan saat gladi bersih pentas drama yang kau ikuti karena tak hafal dialog.

Merasa tak berguna dan tak dibutuhkan karna terlalu sering mendapatkan perilaku yang kurang menyenangkan, itulah yang kamu rasakan. Dan ketika puncak acara pentas drama itu tiba, kau memilih tidak datang dan membiarkan acara berjalan tanpa kamu yang berpikiran bahwa acara pentas drama itu akan tetap berjalan dengan mulus dan sempurna. Tapi bukankah itu hanya praduga yang ada dalam pikiranmu???

Kau tidak tau betapa gaduhnya pelatih mencarimu yang tak kunjung datang di backstage. Betapa bingungnya dia mencari penggantimu padahal dia sendiri tau hanya kamu yang paling ahli berperan disitu. Betapa paniknya teman-temanmu melihat pelatih yang mondar mandir menunggu kedatanganmu dengan muka cemas. Dan betapa kalang kabutnya pentas drama hanya karena tak ada pemeran figuran yang bahkan dianggap tak ada itu. Kau tak tau bahwa ternyata bahkan pemeran utama tak bisa melakukan perannya jika peran figuranmu tak berjalan. Kau begitu santainya meninggalkan pentas drama karna kau tak tau betapa pentingnya dirimu. Kau tak tau tanpa kau, acara pentas drama itu berjalan dengan kacau balau.

Tapi ah, sekali lagi kisah diatas hanya sekedar perumpamaan bukan. Hanya sekedar contoh yang bahkan mungkin tak pernah terjadi di dunia. Bahkan mungkin yang terjadi di dunia adalah yang lebih besar dari itu. Entahlah. Aku membaca sebuah filosofi yang di buat oleh kakak di sebuah lembaa. Tentang Air. Bukankah gedung tidak akan berdiri jika tak ada unsur air saat pembangunan. Pernahkan kita mengkalkulasi air saat kita mengkalkulasi bahan-bahan lain seperti pasir, bata, dan semen? Air seolah tak memiliki makna disana, tapi tanpa air kita takkan pernah bisa menyatukan pasir, semen, dan bata menjadi sebuah gedung yang kokoh.
 
Menjadi apapun dirimu. Peran apapun yang kau sandang, maka itulah dirimu. Kau mungkin tak suka, kau mungkin tak ingin, tapi mungkin saja kau orang tepat mengisi peran itu. Kau merasa tak bisa, kau merasa bodoh, tapi mungkin saja kau lebih ahli dari pada yang lain untuk memerankan peran itu. Kau hanya berprasangka yang mungkin saja kenyataannya tak sesuai dengan prasangka yang ada di pikiran dan hatimu.

Maka hayatilah peranmu, jalanilah peranmu. Berikan yang terbaik yang kau bisa dan ikhlaslah dalam menjalaninya. Karena kau tahu, kau pasti akan mendapatkan balasan atas apa yang kau kerjakan. (ya)


*Kini aku disini, berperan di tempat ini, tak seperti dulu. Susah memang, tapi aku ingin mencoba menghayatinya. Berat memang, tapi aku ingin mencoba ikhlas menjalaninya. Mereka bilang aku harusnya disini, yang lain juga bilang aku pantasnya disana. Tapi aku tau, hatiku mengerti, bahwa dimana pun aku berada, aku harus bisa menjalankan peranku dengan sebaik mungkin. Dan kau tau kawan, kini aku berhasil menjalankan peran itu, meski penuh dengan ketaksempurnaan. Dan kau tau, kini aku bahagia, walau dulu tak suka, walau dulu terasa susah, walau terlalu berat, kini aku bahagia. Bahagia bersama mereka. ASEF AIR yang selalu bersemangat :D*

Bahagia menapaki jejak langkah baru
Cakrawala Biru
---Yuli Astutik---

Sabtu, 01 September 2012

Quote #1


Hidup ini adalah permainan
Adakalanya kau menang dan adakalanya pula kau kalah
Tapi hidup ini bukan tentang menang atau kalah
Hidup ini tentang seberapa besar rasa syukur yang kau panjatkan pada-Nya ketika berada di puncak kemenangan
Hidup ini tentang seberapa sabarkah kamu ketika jatuh dalam jurang kekalahan
Hidup ini juga tentang seberapa besarkah perjuanganmu untuk kembali bangkit dari jurang kekalahan menuju puncak kemenangan

Kamis, 23 Agustus 2012

Diangkatnya Amanah

Sebelum berangkat ke Bogor, iseng-iseng mindahin catatan dari sebuah media sosial yang dulu aku tulis karena suatu sebab.  Tentang Amanah. Amanah yang harus di jaga karna ia akan diminta pertanggungjawabannya...

Jumat, 17 Agustus 2012

Sekedar Ingin berbagi.... #1




 Iseng, mindahin dari catatan dari sebuah sosial media... :D

Random~Ramadhan


Tak terasa, sungguh terasa begitu cepat, kini Ramadhan telah berada di penghujung untuk tahun ini. Malam ini adalah malam terakhir bulan penuh berkah ini dan aku merasa belum melakukan apa-apa yang benar-benar berarti sejauh ini. Ramadhan terasa berlalu begitu cepat, secepat kau hembuskan nafasmu. Oke, mungkin aku terlalu lebay, tapi coba deh kamu rasakan sendiri. Bukankah baru kemarin rasanya kita tarawih malam pertama, eh tau-tau sekarang tarawih malam terakhir Ramadhan tahun ini? Bukankan rasanya amat cepat?

Ramadhan berlalu memang bukan tanpa alasan. Semua memang telah ada waktunya. Ia pergi menjemput hari kemenangan, Aidil Fitri, hari penuh kesucian. Dan tentu saja ia akan kembali pada waktunya di tahun depan. Semoga saja kita semua masih bisa menyambut datangnya Ramadhan tahun depan dan merasakan nikmatnya berpuasa dan berkah yang tak henti-hentinya Allah limpahkan di tiap hari dan malam-malamnya... Amin...

Ngomongin masalah hari penuh kesucian, apakah iya setelah menjalani ibadah puasa sebulan di bulan Ramadhan ini kita menjadi suci? Sesuci kain putih bersih seperti yang ada di iklan-iklan? Jawabannya “Wallahu’alam bisshowab”. Kita tak pernah tau karna hanya Allah yang tau. Manusia hanya bisa berusaha dan beribadah sesuai dengan apa yang diperintahkan-Nya. Diterima atau tidaknya usaha dan ibadah kita tentu saja itu semua urusan Allah. Yang jelas kita harus selalu berprasangka baik pada Allah, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-hamba-Nya...

Ramadhan kali ini, aku bingung menghadapi beberapa hal. Tapi bukan masalah kesucian itu yang membingungkanku tentu saja. Hal itu tentang yang namanya ‘Konser kemuliaan Ramadhan’, ‘Tabligh Akbar’, atau apapunlah kegiatan semacamnya yang marak di tayangkan di berbagai stasiun TV swasta Indonesia. Katanya konser kemuliaan, tapi kenapa isi acaranya yang seolah-olah bukan memuliakan Ramadhan? Tidak ingin berprasangka buruk, hanya melihat suatu kenyataan yang ada. Memang sih di dalam acara itu ada yang namanya ceramah ramadhan yang di isi oleh para ustadz-ustadz kondang seperti Ustadz Jefri Al-Bukhori, Ustadz Guntur Bumi, dan ustadz lainnya. Itu sisi positif yang bisa kita ambil hikmah dan serap ilmu yang mereka sampaikan. Tapi coba kita tilik sisi negatifnya, kalo aku  bilang sih gak ada bedanya dengan konser dangdutan atau pop atau konser apapun yang biasa ada di bulan selain ramadhan yang menurut saya lebih banyak mudharat daripada pahalanya. Mending ketika lagu yang dinyanyikan oleh para artis itu lagu nasyid atau lagu rohani yang mencerminkan islam, setidaknya lagu netral yang berbicara masalah kedamaian atau kebersaman, lah ini yang dinyanyikan malah lagu-lagu dangdut atau pop bernuansa cinta yang sudah jelas tidak islami. Selain itu juga sempat aku melihat beberapa kali secara tidak sengaja ketika aku mengubah channel TV, para pengisi acara alias para artisnya (bukan ustadznya yang pasti) dan para penontonnya malah joget-joget dangdutan. Pantaskah ramadhan dihormati dengan cara yang seperti itu?

Bagi individual yang mungkin belum mendapat hidayah untuk bisa menghormati Ramadhan maka itu urusannya dengan Allah dan tak mempengaruhi orang lain. Dan buatku acara-acara sosial seperti yang aku bilang sebelumnya bukankah ditayangkan di media elektronik alias TV yang ditonton ribuan bahkan jutaan orang. Jelas saja akan mempengarruhi orang lain. Alhamdulillah ketika pengaruh yang mereka dapatkan adalah sisi positifnya, tapi jika sisi negatif yang tertangkap oleh otak dan hati mereka bagaimana? Bukannya mereka mendengarkan dan meresap ceramah yang disampaikan para ustadz tapi malah sibuk menikmati merdunya suara artis dan joget-joget yang tak jelas juntrungannya. Dan bukankah hal ini juga mengajarkan hal  yang tidak baik bagi anak-anak yang juga banyak nonton. Bisa saja mereka akan beranggapan tak masalah jika ramadhan di isi oleh hal-hal semacam acara tersebut. Padahal Ramadhan penuh berkah dan akan lebih berkah jika di isi dengan ibadah kepada Allah, tilawah, sholat, dzikir, dan segala macam ibadah lain yang jelas lebih sedikit bahkan tak memiliki mudharat. 

Allah maha mengetahui segala sesuatu. Ia tiada pernah melalaikan ciptaan-Nya. Dan Allah adalah sebaik-baik pemberi balasan. Wallahu’alam bisshowab...

“ Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an,sebagai petunjuk  bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil)......” (QS. Al-Baqarah 185)


Berharap bertemu Ramadhan tahu depan... (ya)

Menjejak Tapak Batas Cakrawala
---Yuli Astutik----