Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2012

Tentang Maaf dan Memaafkan


Kau pernah melakukan suatu kesalahan kepada seseorang? Atau kau pernah merasa sakit hati karna kesalahan orang lain padamu? Atau mungkin kau pernah merasakan keduanya? Aku pernah merasakan keduanya. Membuat kesalahan yang membuat orang lain kecewa bahkan sakit hati. Juga pernah merasakan sakit hati hanya karena kesalahan seorang teman yang tidak disengaja. Kau juga pasti pernah merasakannya bukan? Setidaknya aku yakin kau pernah merasakan salah satunya.

Kau mungkin bingung kenapa aku tiba-tiba bertanya seperti itu, tiba-tiba menyangkamu mengalami hal tersebut. Sebenarnya bukan apa-apa, hanya sedang terpikir tentang sebuah kesalahan, tentang rasa kecewa, tentang sakit hati, yah, tentang MAAF dan MEMAAFKAN...

Saat kau melakukan suatu kesalahan dan sadar bahwa kau salah, pastilah kau akan meminta maaf kepada siapapun yang mungkin akan merasa sakit hati dan kecewa akan kesalahanmu. Sebaliknya, jika kau merasa kecewa dan tersakiti oleh perilaku dan kesalahan orang lain padamu, pastinya kau juga mengharap permintaan maaf darinya bukan?

Tentang maaf dan memaafkan mungkin mudah saja kita lakukan, tepatnya mudah saja kita ucapkan.
“Aku minta maaf ya teman, kemarin aku tidak sengaja melakukannya.” Katamu sambil tersenyum.

“Iya, gak papa kok, udah aku maafin. Lain kali jangan begitu ya!” Jawabku, tentu saja dengan senyum yang lebih sumringah.

Tetapi yang terjadi juga mungkin sebaliknya. Jika aku yang melakukan kesalahan padamu, aku minta maaf dan kau memaafkan. Selesai. Mudah bukan? Terlalu mudah kurasa. Sehingga ada satu hal yang terlupa. Kau tahu apa? Yang terlupa itu adalah IKHLAS.

Aku takkan akan pernah tau apakah kau ikhlas dalam meminta maaf ataupun saat memaafkan, sebaliknya kau pun takkan pernah tau isi hatiku, yang tau hanya Allah dan tentu saja diri kita sendiri. Yang terberat dari meminta maaf ataupun memaafkan itu adalah rasa ikhlas. Tak berguna kita meminta maaf atau memaafkan jika ternyata di hati kita masih tersimpan sepercik bahkan setitik rasa tidak ikhlas dan tidak suka. Lisan kita mungkin saja bisa dengan manis mengucapkannya, tapi bagaimana dengan hati kita?

Kau tentu saja tak mau hati kita terkotori dengan setitik rasa tidak ikhlas itu bukan? Maka janganlah terlalu mudah mengucapkan maaf jika hatimu masih belum bisa memafkan. Bicarakan. Biarkan ia bersih agar tak ada setitik noda yang mengotori rasa maaf itu.

Percuma jika kau bisa bermuka manis hanya di depan, tapi di belakangnya kau hatimu mendongko. Percuma saja kau tersenyum, jika ternyata senyum itu senyum yang di buat-buat. Percuma saja kau meminta maaf atau memaafkan, jika ternyata maaf itu hanya di lisan saja, bukan di hatimu...(ya)

Menjejak Cinta di Batas Cakrawala Biru
---Yuli Astutik---                  

Sabtu, 01 September 2012

Quote #1


Hidup ini adalah permainan
Adakalanya kau menang dan adakalanya pula kau kalah
Tapi hidup ini bukan tentang menang atau kalah
Hidup ini tentang seberapa besar rasa syukur yang kau panjatkan pada-Nya ketika berada di puncak kemenangan
Hidup ini tentang seberapa sabarkah kamu ketika jatuh dalam jurang kekalahan
Hidup ini juga tentang seberapa besarkah perjuanganmu untuk kembali bangkit dari jurang kekalahan menuju puncak kemenangan

Minggu, 12 Agustus 2012

Sekedar Cerita tentang CGTK *SMANSA 2010*


Malam semakin larut saja. Lagi-lagi kali ini aku insomnia, tidak bisa tidur. Atau karna aku memang sedang tidak ingin tidur? Entahlah. Jam di hp menunjukkan pukul 00.54 wib, di laptop 00.56 wib, dan jam dinding yang detak jarum detiknya menemaniku menunjukkan pukul 00.59 wib. Sudah error kali aku ya, sampe niat banget ngeliatin jam-jam yang ada dirumah.

Semakin malam semakin dingin. Nonton TV tapi filmnya bikin bingung. Lumayan seru sih, tentang dunia militer AS yang entahlah banyak hal yang aneh-aneh disitu. Yang ingatannya di hilangkanlah, diganti sama ingatan yang baru, yang kapten malah disuruh bunuh anak buahnyalah, dan sebagainya. Aku agak kurang berminat menontonnya. Hanya saja aku biarkan TV tetap dalam keadaan menyala agar rumah tidak terlalu sepi. Mau sholat atau tilawah lagi gak bisa. Mau main game udah bosan, dari tadi kerjaan maen game. Mau nulis sebenarnya bingung mau nulis apa, tapi ya dari pada gak ada kerjaan kan mending nulis? ya Kan... :D


Lokasi CGTK special Ramadhan

Kali ini aku ingin bercerita sedikit pengalamanku dua hari yang lalu, tepatnya tanggal 11 Agustus hari sabtu kemarin. Pengalaman baru yang lumayan menyenangkan dan jujur juga melelahkan. Sabtu kemarin aku mengikuti kegiatan yang bertajuk “Campus goes to kampoeng” bersama teman-teman SMANSA Pamekasan alumni tahun 2010. Kalau tidak salah acara ini pertama kali di usulkan oleh Arya, mantan ketua Osis saat SMA dulu yang sekarang juga satu kampus denganku di IPB. Awalnya sih aku gak tau apa-apa, hanya di ajakin untuk ikut kumpul angkatan 2007. Menurutku sih acara ini lumayan dadakan karena waktu untuk mempersiapkan semuanya sembilan hari dari kumpul pertama hari kamis tanggal 2 Agustus. Kumpul pertama yang dihadiri sekitar 30 puluhan anak, atau mungkin lebih, atau kurang, membahas konsep kasar acara yang akan kami adakan. Kurang efektif sih karna waktunya cuma sejam gara-gara banyak yang telat dan waktunya hampir buka puasa. Akan tetapi kumpul selanjutnya berjalan cukup efektif sehingga acara tersebut bisa berjalan dengan cukup lancar. Ada tiga jenis acara, yakni baksos, mengajar, dan buka puasa bersama. Aku sendiri tidak membantu banyak atas terselenggaranya acara ini karena beberapa kali tidak bisa ikut kumpul ataupun ikut membantu persiapan, dan juga bisa sedikit membantu di hari H. Tapi aku seneng aku bisa berpartisipasi di acara yang sungguh luar biasa ini. Yah, aku senang.
 
CGTK dimulai dengan berkumpul di rumah salah satu teman bernama Esy jam tujuh pagi. Sambil menunggu teman-teman yang lain, persiapan berangkat pun di lakukan. Waktu itu aku sedikit telat karena masih ada yang harus dikerjakan dirumah. Sekitar jam delapan kami berangkat, ada yang pake mobil, ada juga yang naik motor, aku sendiri ikut mobil salah satu teman karena medannya yang cukup susah jadi yang naik motor cuma yang laki-laki. Sedikit insiden nyasar terjadi, sepertinya penunjuk jalan yang ada di mobil depan agak sedikit lupa jalan menuju lokasi CGTK kali ini. Kebablasan sampe ke pelosok-pelosok yang jauh dari rumah warga. Teman yang satu mobil dengan ku berceloteh, “ini mah bukan kebablasan lagi, tapi jalan-jalan” hahaha... emang bener sih, kita jalan-jalan karena lumayan jauh juga. Setelah berbalik arah kembali, untunglah ada Rafli, Kadiv acara, yang akhirnya jadi penunjuk jalan hingga bisa sampai ke lokasi. Oia, lokasi CGTK kali ini di daerah Plakpak, tepatnya MI Miftahul Ulum 2, Kebun Sari, Desa Plakpak, kecamatan Pagantenan, Pamekasan.

Sebelum mulai mengajar, panitia melakukan briefing terlebih dahulu dengan sesama panitia dan kepala MI Miftahul Ulum 2. Panitia yang ikut saat itu sekitar 20 orang lebih. sesi mengajar kali ini dibagi menjadi tiga kelas, yakni kelas kesehatan, agama, dan ilmu pengetahuan. Terjadi penggabungan kelas antara kelas 1 dan kelasm 2, kelas 3 dan kelas 4, serta kelas 5 dan kelas 6. Sistem pengajaran di rolling tiap kelas. Aku sendiri kebagian mengaja di kelas agama. Sebenarnya sih lebih banyak mainnya yang dimana main disini disisipi dengan materi-materi. Bahasa kerennya edukasi entertaiment atau edutainment. Nah, kelas pertama kali yang saya dan Dita (PJ kelas agama juga) adalah kelas 5-6. Disana aku isi dengan cerita tentang kisah-kisah di zaman Rasulullah, yakni tentang sahabat-sahabat Rasul seperti Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, dan Bilal. Anak-anak serius mendengarkan dan terlihat antusias karena banyak hal-hal baru yang beru mereka dengar. Saat aku cerita tentang Bilal yang seorang menjadi muadzin di jaman Rasulullah, mereka kebingungan saat aku bertanya apaitu muadzin. Mereka belum tau apa itu muadzin, dan akhirnya setelah mereka tau, mereka terlihat senang mengenal kosa kata baru dala kamus pendidikan mereka. Namanya anak kecil, saat aku minta salah satu dari mereka untuk mencontohkan adzan, mereka semua (yang laki-laki tentunya) pada tertunduk malu-malu. Pada gak mau kalo disuruh maju. Akhirnya yah terpaksa gak jadi meskipun pada akhirnya aku berhasil menarik salah satu dari mereka saat meteri agama hampir selesai. Hehehe... :D oia, Dita dan Tanti juga memberikan beberapa game buat mereka agar tidak terlalu bosan mendengarkan materi. Berlanjut ngajar di kelas gabungan kelas 1-2. Waduh, ini nih, jomplang banget dah.  Baru aja selesai ngajar di kelas 5-6 yang udah lumayan bisa dikontrol dan udah cukup mengerti, eh langsung masuk ke kelas 1-2 yang sangat sulit dikendalikan. Ada yang bicara sendiri dengan temannya, gak mendengarkan penjelasan. Waduh, aku sama Dita jadi kewalahan. Untung ada si Tanti, Hefdi ama Brom yang bantuin. Satu jam berlalu dengan main, nyanyi ala ala anak kecil menghafal (sifat wajib Allah, sifat mustahil Allah, rukun iman, nama-nama malikat, dll) dan membagikan banyak hadiah.  Jujur saja, saat itu aku kurang persiapan dalam meyiapkan materi pembelajaran. Jadinya kurang maksimal dalam mengajar. Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar.

Setelah mengajar kelas 1-2, waktunya istirahat sholat dzuhur, dan selanjutnya mengajar di kelas 3-4. Berhubung aku dan Dita sudah kewalahan mengajar, aku minta Arya dan Ajang (yang juga PJ kelas Agama) untuk gantian mengajar. Dan taukah kalian apa yang di ajarkan Arya? Teman-teman yang lain termasuk juga aku sampe ketawa ngakak di luar kelas mendengar apa yang di ajarkan Arya. Arya sih cuma bercerita, sama kayak aku saat ngajar di kelas 5-6, tapi masalahnya yang diceritakan itu tentang perang salib. Jomplang banget kan? Kelas 5-6 aja gak tau apa artinya muadzin, ini udah belajar tentang perang salib, hahaha... Sebenarnya sih gak papa, kisah Muhammad Al-fatih sudah harus mereka dengar sejak dini. Alhasil, kami percaya deh sama apapun yang Arya sampein, semoga aja efektif dan melekat di otak anak-anak itu. Ajang juga mengajarkan tentang kebersamaan dalam bekerja, istilah asinganya Amal Jama’i, tapi versi anak-anak. Kalo dalam basa Madura , alakoh arèng-bhàrèng. Oia, ada juga neh panitia yang gak kebagian ngajar. entahlah siapa oknum yang memulainya, panitia yang gak ngajar ini malah maen game di posko alias kantor pengurus, ckckckck... #gelenggelengkepala

Setelah sesi mengajar selesai, agenda selanjutnya adalah baksos pada pukul dus siang. Tapi berhubung saya ada keperluan jadinya aku pergi sebentar ke rumah Tanti (adik angkatan di IPB) dan kembali saat teman-teman ternyata udah nyebar membagikan bahan pokok. Karena kami ceritanya ketinggalan, akhirnya aku dan Tanti keliling deh nyari teman-teman yang lain naik motor. Kebetulan tim pembagian sembako ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok satu yang di PJ-kan sama Andi (kalo anak-anak bilang sih tukan foto alias paparazzi, hehehe) naik motor, dan kelompok kedua jalan kaki yang di-PJ kan sama Deny. Nah, kebetulan aku dan Tanti juga naik motor, jadinya aku nyusul teman-teman yang juga naik motor. Meskipun agak ragu jalan yang kami lalui bener atau enggak, akhirnya kami bertemu juga dengan kelompok satu itu. Menyusuri daerah pedesaan untuk membagikan sembako ke rumah-rumah penduduk yang kurang mampu. Belum jam tiga kami sudah kembali ke sekolah yang menjadi posko sementara. Tepatnya di kantor pengurus MI Miftahul Ulum 2. Setelah istirahat dan sholat, acara kembali dilanjutkan dengan pemberian motivasi dari kakak-kakak kepada adik-adik MI Miftahul Ulum 2. Yah, gak aneh-aneh sih, motivasi seputar cita-cita mereka. Selain ada yang memberi motivasi, teman-teman yang lain sedang ribut nyiapin konsumsi untuk buka puasa bersama. 

Sekitar pukul 17.30 wib adzan berkumandang dan kami akhirnya berbuka puasa bersama di pelataran masjid yang ada di depan sekolah. Nama masijidnya aku lupa, hehehe :p namanya juga anak-anak, ya pasti ribut itu sudah biasa. Setelah sholat magrib berjama’ah, kami makan bersama-sama. Kebetulan ada beberapa anak yang tergesa-gesa mau pulang karena takut gak ada yng jemput. Maklum saja, daerah di sana kalo malam cukup gelap karena merupakan daerah persawahan yang jarang penduduk dan juga minim lampu penerangan.  Acara akhirnya selesai sekitar pukul 18.30 wib yang ditutup dengan  seremonial non-formal dengan kepala sekolah serta kades, yakni penyerahan bingkisan dari panitia serta sumbangan berupa baju-baju dan buku-buku, serta penyampaian kesan pesan juga ungkapan terimakasih. Panitia akhirnya pulang dan tiba dirumah Esy sekitar pukul 19.15 wib dan langsung ditutup ala pembubaran panitia. Wajah-wajah teman aku lihat sangat lelah, akan tetapi tersirat keceriaan di wajah mereka. Yah, tentu saja kami senang acara kali berjalan dengan baik dan lancar walau tak sempurna.

Foto-foto kegiatan CGTK Special Ramadhan... versi lengkapnya bisa diliat di album teman saya disini.
Hayo loh, pada maen game... :D

Olahraga siang-siang,,, jalan kaki nganter sembako...


Pak Guru Icang

Panitia Narsis dikit boleh lah... :p

sssttt,,, lagi serius...

Trio kesehatan... :D

Pak ketua CGTK

gaya dikit abis nganter baksos :D


briefing crew CGTK


Kadiv Acara


ngerangkap jadi tukang parkir pak? wkwkwk :p




LOL

ngajar kelas 1-2


begaya dikitlah...






adik-adik lagi belajar cuci tangan...
 

Kata Arya mengutip dari surah Ar-Rahman,
“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Karena Allah telah memberikan karunia yang lebih pada kami untuk mengadakan menyuseskan acara CGTK Special Ramadhan kali ini. Maka seharusnyalah syukur selalu kita panjatkan atas kebesarannya. Semoga acara ini menjadi permulaan dari kuatnya ikatan tali silaturrahim antar panitia dan seluruh alumni SMANSA 2010, juga dengan para siswa MI Miftahul Ulum 2 dan segenap masyarakat  daerah Plakpak, serta semoga acara seperti ini tidak berhenti di tahun  ini saja, akan tetapi berlanjut untuk tahun-tahun selanjutnya nanti. Dan tentu saja semoga acara ini bermanfaat untuk semua elemen yang berpartisipasi, dan Allah selalu menertai kita...

Allah ma ‘ana...
Crew CGTK dan Siswa-siswi kela 3-4 Mi Miftahul Ulum 2

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka denan memberikan Rahmat, keridaan, dan syurga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal didalamnya.  Mereka kekal di dalamnnya selama-lamanya. Sungguh di sisi Allah terdapat pahala yang besar.” (At Taubah : 20-22)

Amin.... :)

Dan sekarang di laptop sudah pukul 02.54, di Hp 02.52, sedangkan jam dinding pukul 02.57 wib. *bener-bener udah error* Yang lain udah pada bangun buat sahur, aku malah belum bisa tidur, huffftttt.... tapi tak apalah, setidaknya bisa bantu ibu nyiapan makan sahur... :D

Menjejak Batas Cakrawala Biru
---Yuli Astutik---        

Senin, 06 Agustus 2012

Karena Ada Bidadari di Bumi

Begitulah KEKASIH,
yang telah memberiku banyak hal,
dan akan menawarkan banyak hal,
Rahman dan Rahim-Nya,
menyentuh sejak awal kehidupan.
Pantas bila KEKASIH,
menginginkan kita menjadi rahmat bagi seluruh alam,
karna Asma-Nya hadir dalam setiap penciptaan,
dalam setiap huruf yang membentuk sebuah nama,
atau serangkaian kalimat,
DIA akan hadir,
selalu ada...
dan akan terus menyertai,
terbaca ataupun tidak,
disadari ataupun tidak,
dimaknai ataupun tidak,
utuh DIA meniupkan napas pada semesta.

Rahmat-Nya tak memilah dan tak memilih,
menyapa apa saja, siapa saja,
bahkan untuk sesuatu yang belum lagi sempat memiliki sebuah nama.
DIA mengajarkan manusia untuk melakukan hal yang sama.

Tapi tidak demikian dengan Rahim-Nya.
Rahim tidak dimiliki setiap manusia.
Rahim memilah dan memilih.
Rahim demikian istimewa.

Dalam diri seorang wanita ia ada.
Tapi tak setiap wanita berkesempatan menyambungkan rahimnya dengan Rahim-Nya.
Hanya seorang Ibu...!
Ya, hanya seorang Ibu...!
Yang telapak kakinya ada surga!
Beruntunglah Engkau, wahai Ibu!
Pada langkahmu dijanjikan surga.
Pada rahimmu, jalinan kasih mampu menembus cakrawala,
bersambung dengan Rahim-Nya.
Seorang Ibu dan rahimnya,
adalah sejatinya cinta.

Rahim bukan hanya sayang,
bukan hanya sentuhan.
Rahim menuntut pengorbanan,
kesediaan berpeluh membawa beban,
kesediaan memberikan bukan hanya untuk diri sendiri,
kesediaan untuk dititipi,
hingga kesediaan untuk sakit, disakiti, bahkan berkorban nyawa.
Pantas bila Rahim-Nya hanya menyapa mereka yang meyakini,
mereka yang siap mengabdi,
mereka yang siap dibebani,
mereka yang siap berbagi,
mereka yang siap mati,
untuk tegaknya panji-panji Illahi.

Demikianlah Rahim-Nya,
memilah dan memilih,
pemilik cinta sejati.


Kutipan dari novel
"KARENA BIDADARI ADA DI BUMI"


Ya Allah.......
Semoga kelak aku menjadi seorang perempuan dan seorang Ibu yang sejati....
Amien......
*sedang berharap*

Menjejak Batas Cakrawala Biru
---Yuli Astutik---               

Minggu, 05 Agustus 2012

Icons Blogger

Kita ada karena kebersamaan. Walau berbeda dengan ragam latar belakang yang kita punya, kita tau kita tak hanya sekedar teman, tapi sahabat seperjuangan. Setahun yang lalu kisah ini dimulai, dan kini kalian sungguh jadi bagian istimewa dalam kisah-kisahku.

Selasa, 10 Juli 2012

Adakah yang masih bisa dibanggakan dari Indonesia???


Adakah yang masih bisa dibanggakan dari Indonesia? Pertanyaan itu mengusik hati dan pikiran kau muda di tengah hiruk-pikuk sosial politik di Tanah Air.

Minggu, 17 Juni 2012

Penyambutan dan Mahasiswa IPB


Setiap perjuangan memang butuh pengorbanan. Dan entah kenapa aku merasa aku merasa iri kepada mereka yang rela berkorban demi orang lain dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Minggu ini adalah minggu-minggu yang lumayan melelahkan bagi anak-anak IPB karena kita harus menghadapi Ujian Akhir Semester kenaikan tingkat. Setiap hari mungkin akan berhadapan dengan buku dan tugas-tuas akhir sebelum masuk ruang ujian. Selain disibukkan dengan ujian, minggu-minggu ini IPB juga disibukkan dengan penyambutan kedatangan mahasiswa baru angkatan 49. Sebenarnya tidak ada penyambutan secara formal disini karena maba 49 itu hanya datang untuk mengikuti registrasi dan kuliah umum, sedangkan penyambutan formal dari IPB baru akan dilaksanakan nanti tangal 27 Juni saat mereka sudah mulai registrasi di asrama TPB IPB. Namun berbeda dari sebagian orang yang lebih fokus pada ujian, ada beberapa orang yang fokusnya terpecah untuk ujian dan penyambutan. Sebut saja panitia Open House dan Salam ISC yang di adakan oleh LDK Al-Hurriyah. Panitia Open House yang kesemuanya angkatan 48 harus sibuk mempersiapkan dan mendampingi adik-adik 49 untuk registrasi, padahal semua anak 48 juga masih dalam masa ujian. Sedangkan panitia Salam ISC juga tak kalah sibukknya mempersiapkan penyambutan untuk mahasiswa baru angkatan 49 yang akan menjadi Insya Allah akan menjadi mutiara islam yang cemerlang, sama saja dengan dengan panitia OH, semua panitia salam ISC adalah angkatan 47 yang juga sedang sibuk-sibuknya harus mempersiapkan ujian dan berbagai tugas tambahan lainnya.
Tak jauh berbeda dengan panitia OH ataupun Salam ISC, beberapa OMDA IPB juga sedang sibuk menyambut mahasiswa dan keluarga yang mengantar dari daerahnya yang akan tiba di Bogor ini untuk registrasi. Yang belum tau apa itu OMDA  adalah Organisasi Mahasiswa Daerah, semacam perkumpulan mahasiswa dari daerah yang sama. Contohnya saja OMDA Ikamusi dari Palembang, IKMM dari Minang dan sekitarnya, dan berbagai OMDA lainnya. Termasuk juga OMDA ku yang bernama Gasisma, Keluarga Mahasiswa Madura,  yang juga tak luput untuk mempersiapkan penyambutan.
Aku salut bagi mereka yang meskipun dalam masa ujian mereka masih mau berlelah-lelah menyambut adik-adik mahasiswa baru angkatan 49. Dan yang paling membuat aku iri pada mereka, karna mereka senantiasa ikhlas dalam melakukannya, mereka ikhlas dalam pengorbanan, demi sebuah perjuangan yang bernama persaudaraan, kekeluargaan, dan persahabatan.
Dan sungguh aku berharap, perjuangan dan pengorbanan yang walaupun cuma terasa secuil ini tak sia-sia. Benar-benar berharap angkatan 49 nantinya akan menjadi generasi mutiara nusantara yang terbaik...
SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU
Angkatan 49
Di Kampus Hijau Tercinta
Institut Pertanian Bogor

Jejak Cinta di Batas Cakrawala Biru

Selasa, 24 April 2012

No title.....


Tentang sebuah pemikiran
Pemikiran yang selalu berbeda bagi tiap orangnya
Anngapan yang pun tak selalu sama tiap individu manusia
Entah negatif atau pun bahkan positif...
Dan aku tak habis pikir
Pemikiran yang susah dibangun
Perlu perjuangan yang lumayan berat
Dan mungkin baru setengahnya jadi
Tapi kini malah dibiarkan bak anak ayam kehilangan induknya...
Ah,,,,
Apakah aku bisa???
Aku memang tak sepenuhnya sendiri dalam membangun pemikiran itu
Tapi jika jadi minoritas
Sanggupkah kami tak tergoyahkan???
Aku sendiri takut
Takut bila pemikiran ini ikut tergoyah
Retak dan akhirnya runtuh tak berbekas
Berubah menjadi yang sebenarnya tak aku inginkan
Aku takut...
Dan itu membuatku terpikir untuk MUNDUR
Aku ingin MUNDUR...
Entahlah...

#mengingat masa bersama mereka saat membangun idealisme dan pemikiran bersama untuk menjadi lebih baik... rasanya tanpa mereka, aku tak bisa...