Selasa, 24 April 2012

No title.....


Tentang sebuah pemikiran
Pemikiran yang selalu berbeda bagi tiap orangnya
Anngapan yang pun tak selalu sama tiap individu manusia
Entah negatif atau pun bahkan positif...
Dan aku tak habis pikir
Pemikiran yang susah dibangun
Perlu perjuangan yang lumayan berat
Dan mungkin baru setengahnya jadi
Tapi kini malah dibiarkan bak anak ayam kehilangan induknya...
Ah,,,,
Apakah aku bisa???
Aku memang tak sepenuhnya sendiri dalam membangun pemikiran itu
Tapi jika jadi minoritas
Sanggupkah kami tak tergoyahkan???
Aku sendiri takut
Takut bila pemikiran ini ikut tergoyah
Retak dan akhirnya runtuh tak berbekas
Berubah menjadi yang sebenarnya tak aku inginkan
Aku takut...
Dan itu membuatku terpikir untuk MUNDUR
Aku ingin MUNDUR...
Entahlah...

#mengingat masa bersama mereka saat membangun idealisme dan pemikiran bersama untuk menjadi lebih baik... rasanya tanpa mereka, aku tak bisa...

Senin, 23 April 2012

Nulis lagi....


Akhirnya.....
Berjumpa lagi dengan saya yang seorang penulis amatir. Sudah sangat lama rasanya tidak posting di blog ini, postingan terakhir hanya berupa kutipan sebuah syair tentang dakwah bukan tulisan yang lahir dari tangan saya sendiri. Maka benar-benar matirlah saya ini. Udah tulisannya belum cukup bermutu, ditambah gak produktif juga dalam menulis. Entah karena saya mulai disibukkan dengan dinamika kampus atau saya yang sok sibuk di kampus. Kalau bilang saya sibuk, saya belum sesibuk seperti Alkadri yang aktif di berbagai kegiatan dan komunitas dan juga disibukkan dengan berbagai tugas kuliah tapi dia tetap poduktif dalm menulis dan posting di blognya yang bisa dilihat disini atau disini. Saya juga belum seperti teman-teman saya yang lainnya yang meskipun dilimpahi amanah yang begitu banyak tapi tetap berusaha untuk produktif dalam bidang baik itu menulis, gambar, bahkan nyanyi sekalipun. Nah saya hanya sok sibuk di kampus, padahal sebenarnya dengan berbagai kesibukan itu, waktu-waktu senggang yang saya rasakan masih sangat sering. Dan ternyata saya masih belum bisa mengefektifkan waktu senggang saya itu untuk menulis. Alasan utamanya adalah sifat saya yang masih suka malas untuk mengerjakan sesuatu, sifat buruk yang harus segera dihilangkan, dan ternyata belum hilang-hilang juga sampai sekarang.
Nah, sekarang kita kembali ke topik yang sebenarnya ingin saya ceritakan. Ini tentang beberapa orang teristimewa dalam hidup saya, tentang pengalaman-pengalaman yang saya alami dan tentang sebuah releksi dan hikmah yang saya dapatkan selama saya menghilang dan tidak posting di blog ini. Kemungkinan postingan ini akan sangat panjang, jadi jangan bosan yak... XD
Awal tahun 2012 saya mulai disibukkan dengan beberapa hal, terutama mulai disibukkan dengan kuliah di semester empat yang dimulai pada bulan februari. Gak terasa saya sudah 1,5 tahun di IPB, rasanya baru kemarin menjalani masa-masa MPKMB, entah disambut ataupun menyambut. Nah, selain kesibukan di kuliah, sejak januari saya mulai disibukkan dengan agenda organisasi yang saya ikuti. Tingkat dua di IPB saya isi denga mengikuti dua organisasi yakni DPM Fakultas Ekonomi Manajemen dan menjadi utusan DPM FEM untuk menjadi anggota MPM KM IPB dimana saya juga terpilih enjadi BPH di organisasi tersebut. Dua organisasi tersebut merupakan ranah yang sangat baru bagi saya dimana pada tingkat satu saat di asrama saya tidak ikut organisasi apapun di kampus, hanya sekedar jadi pengurus gedung asrama. Maka jadilah saya harus banyak belajar tentang dunia legislatif dan konstitusi yang memang banyak menyita waktu untuk rapat, rapat, dan rapat. Memang itulah tugas seorang DPM dan MPM, rapat.
Selain disibukkan dengan kuliah dan organisasi, saya juga disibukkan dengan sebuah kewajiban. Kewajiban seorang muslim untuk mensyi’arkan ISLAM. Gak muluk-muluk sih, saya hanya ingin mengaktifkan rohis kelas departemen saya di departemen Manajemen IPB. Alhamdulillah, sejauh ini selama kurang lebih sembilan bulan sejak masuk departemen, Rohis kelas manajemen sudah mulai hidup dengan berbagai kegiatan syiar dan semoga saja akan terus berkembang seiring berjalannnya waktu.
Dengan berbagai kesibukan itu, hampir saja saya melupakan sesuatu. Ulang tahun salah seorang teman terbaik saya yang jatuh pada bulan februari yang juga merupakan puncak kesibukanku meskipun masih dalam  masa liburan UAS semester ganjil. Sebenarnya sih bukan lupa kalau dia ulang tahun pada tanggal 9 Februari kemarin, tepatnya lupa dan gak sempet saking (sok) sibuknya untuk memberikan ucapan. Alhasil dengan rencana memberi  kejutan untuk memberi hadiah sebuah tulisan pendek tentang dia, tapi lagi-lagi saking (sok) sibuknya hadiah tulisan itu belum terealisasikan sampai saat ini, dua bulan telah lewat dari hari ulang tahunnya. Dan dalam dua bulan itu saya sungguh benar-benar membuat dia kecewa karena saya cuekin, tiap kali dia sms sering saya abaikan secara sengaja untuk surprise, tapi bukannya bikin surprise malah bikin dia kesal sama saya. Saya jadi benar-benar gak enak sama teman saya itu, seolah-olah saya teman yang melupakan teman terbaiknya, yah lagi-lagi alasan yang saya berikan kemarin adalah kesibukan, sok sibuk –lagi-.
Kemarin saat saya pulang kampung ke Madura dikarenakan ada acara nikahan, yang jelas bukan saya yang nikah,hehe. Nah saat pulang itulah kesempatan saya untuk ngasih kejutan buat teman saya itu, jadinya sebelum pulang saya udah beliin hadiah neh buat dia. Sayangnya dia ternyata gak pulang ke Pamekasan karna UTS katanya, jadinya saya hanya berniat untuk mengantarkan hadiah yang saya beli itu kerumahnya untuk dititipkan ke ibunya saja biar ntar jadi kejutan tersendiri. Masalahnya, saya kalo dirumah bawaannya makin malas ngapa-ngapain, jangankan untuk keluar rumah, dirumah aja kerjaannya cuma makan ama tidur. Alhasil, karna kemalasan saya itulah yang membuat saya mengantarkan hadiah kerumah teman saya itu pada hari terakhir sebelum saya ke Bogor dan tanpa sepatah pesan apapun. Kalo seandainya buka saya titipkan hadiah itu sama ibunya, itu hadiah bisa dianggap hadiah kaleng yang misterius, hehehe... XD
Dan sepatah pesan itu ingin saya sampaikan disini, semoga yang bersangkutan membacanya...

Kawan, tak terasa tujuh tahun telah kita lewati bersama dalam suka maupun duka. Dari zaman SMP yang masih ingusan, sampai masa SMA yang mulai kenal arti cinta, hingga kuliah dan proses menuju dewasa yang matang. Meski terpisah jarak, kau tau hati kita selalu bersama. Do'aku akan selalu  bersamamu, karna kau telah menempati ruang istimewa dalam hatiku. Dan kau akan selalu menjadi sahabat terbaik dalam hidupku.
Atin Hasanah,,,, I Miss You Forever... :D hehehe

Oke, untuk teman-teman pembaca postingan ini, tunggu postingan selanjutnya.... :)

Sabtu, 11 Februari 2012

N.E.K.A.T


Nekat
Satu kata yang telah membuatku berani.
Berani melakukan apa yang tidak berani mereka lakukan.
Berani untuk berkarya dan berkreatifitas seluas-luasnya.
Juga berani menjadi apa yang aku mau.
Nekat
Satu kata yang membuatku percaya.
Percaya bahwa kehidupan berpihak padaku.
Percaya pada kekuatan dan kelemahan diri.
Juga percaya akan kuasa-Nya yang tak terbatas.
Nekat
Satu kata yang membuatku dipercaya.
Dipercaya bahwa aku bisa.
Dipercaya bahwa aku sanggup melakukannya.
Juga dipercaya untuk mengemban apa yang disebut amanah.
Nekat
Satu kata yang slalu membuatku tersenyum.
Tersenyum karna berada ditengah orang-orang hebat.
Tersenyum bersama perjuangan yang tak pernah henti.
Dan tersenyum bangga saat kesuksesan telah sama-sama kita genggam.

Aku tau di balik rasa NEKAT itu, Dia ada di belakangku.
Tak pernah sedetikpun meninggalkan kesendirianku.
Karna-Nya, rasa nekat itu menempel lekat di hatiku.
Untuk membuatku bisa tegar dalam menjalani kehidupan.
Untuk membuatku kuat meniti alur kisahku yang penuh kerumitan.
Atas izin-Nya aku berdiri disini untuk menghadapi  apa yang disebut kenyataan.
Kenyataan yang manis atau bahkan yang sangat pahit.
Semuanya, seluruhnya, seantero hidup, sepanjang waktu, dan seluas jagad.
Karna Mu, ya Rabb...
Sungguh itu karna Mu...

Catatan Singkat Hatiku^^

Semburat Jejak Cinta
di Batas Cakrawala Biru

Jumat, 03 Februari 2012

CARI PASANGAN


Mari mari marilah
Dengarlah ini kisah silam,  oh kawan
Sangatlah berguna
Moga hidup aman bahgia

Di malam yang pertama jumpa mertua
Tersentak si jejaka diberitakan
Istrinya tidak sempurna rupa
Anggota dzahirnya lumpuh semua
Tiada upaya mengurus diri

Terkejut si jejaka penuh persoalan dihatinya
Mungkinlah sudah jodoh itulah istrinya
Ibanya rasa hati namun ridho pada takdir
Asalkan punya iman itulah paling penting

Saat-saat berjumpa
Terpesona memandang
Benarkah istrinya menawan sungguh cantik

Cari cari carilah
Pasangan hidup betul-betul, oh kawan
Bahgia berseri
Rumah tangga akan harmoni

Terhurai dijawablah oleh mertua
Dzahirnya tak sempurna kiasan saja
Memberi makna sucinya diri
Wanita shalihah terpelihara
Terharu jejaka tunduk bersyukur

Jangan mudah percaya harta pangkat dan rupa
Indahnya di mata, berawaslah
Rasul sudah bersabda
Insan punya agama
Akhlaknya mulia, pahamilah

STOP...
Jangan dulu berpikiran yang aneh tentang judul di catatan ini. Bukan karena judulnya cari pasangan jadi penulisnya dipikir kebelet buat nyari pasangan dan pengen nikah,hehehe... Itu hanya sekedar judul yang berhubungan dengan masalah yang akan saya angkat kali ini. So, ayo dibaca... :D
Lirik diatas adalah lirik sebuah lagu nasyid yang dinyanyikan oleh seorang grup nasyid melayu. Saat SMA dulu saya sering mendengarkannya karna dirumah ada kaset tape-nya yang seerig saya setel. Tapi semenjak kuliah dan tidak lagi mendengarkan lagu ini, saya jadi terlupa. Lalu Desember kemarin saat saya pulang kampun ke Pamekasan, kembali saya mendengar lagu ini dari tape kesayangan saya. Saya juga menemukannya di laptop milik tante saya. Alhasil saya mengkopinya ke memory HP saya. Entah kenapa tiba-tiba saya ingin mengangkat kisah yang tersirat dalam lirik lagu ‘Cari Pasangan’ yang dibawakan oleh grup nasyid asal Malaysia tersebut. Ada yang tau apa nama grupnya? Nantilah saya kasih tau.
Nah sesuai dengan judul catatan ini dan juga judul dari lirik lagu ini yaitu “Cari Pasangan”, maka saya akan mengulas suatu kisah. Kisah penuh hikmah tentang seorang pemuda seperti yang diceritakan dalam lirik lagu di atas. Sejauh ini teman-teman bisa tidak nebak kisah di atas kisah siapa? Ayo, sebelum saya ceritakan lebih lanjut teman harus bisa menebaknya. Saya tunggu sampai hitungan ke-3 ya.... :p

Satu.....

Dua.....

Tiga....

Yak, kisah ini adalah kisah seorang pemuda bernama Idris. Saya pernah membaca kisah ini dalam sebuah buku motivasi, hanya saja buku itu kini entah ada dimana. Karna saya agak lupa rincian jalan ceritanya, dari pada saya salah menceritakan sejarah ini, makanya saya cari-cari dulu tentang kisah ini dan ini.  Kisah ini Insya Allah menginspirasi kalian semua.

Idris, pemuda shaleh ini suatu hari akan berangkat mengaji. Namun sebelum sampai ditempat yang ditujunya, ia menemukan sebuah delima yang hanyut disungai yang dilewatinya. Merah dan ranumnya delima membuat ia tergoda untuk merasakan segarnya buah tersebut.  Dengan sigap ia mengambil dan tanpa pikir panjang ia mulai melahap gigitan demi gigitan buah delima yang ia temukan tersebut. Namun tak lama kemudian, Idris baru menyadari akan suatu hal. Dirinya mulai bertanya, “Siapakah pemilik delima yang aku makan ini?” Idris lalu menyadari bahwa ia belum meminta izin kepada pemilik buah delima tersebut berarti delia itu belumlah halal untuk ia makan. Terbersit rasa penyesalan dalam hatinya karna telah khilaf memakan buah delima yang ia temukan tanpa seizin dari pemiliknya. Lama Idris merenung, teringat akan ajaran yang diberikan oleh gurunya, bahwa makanan haram yang masuk ke dalam badan dan pakaian yang haram menutup badan dapat menyebabkan terhambatnya do’a. “Oh Tuhan, ampunilah aku. Bagaimana caraku untuk membersihkan kesalahanku?” Dan penyesalan yang tiada terbilangpun memenuhi hati Idris, sang pemuda beriman.
Setelah merenung bingung beberapa waktu berselang, akhirnya diperoleh cara untuk menyelesaikannya, "Aku harus mencari pemilik delima, untuk meminta keikhlasan atasnya." Akhirnya, Idris menyusuri tepian sungai, berusaha mencari pemilik delima tadi. Delima yang tinggal setengah masih pula di genggam sebagai bukti nanti kalau-kalau sang pemilik meminta delimanya  kembali.
Lama Idris berjalan menyusuri sungai itu, hingga akhirnya ia bertemu dengan sebuah perkebunan yang ditumbuhi pohon delima yang menjorok ke sungai. Setelah mengamati dan mencocokkan dengan delima yang masih ada di pohon,  Idris pun menyangka dari pohon itulah delima yang ia makan berasal. Setelah ia yakin benar, Idris lantas mencari pemilik sang pemilik kebun.
Setelah bertemu dengan pemilik kebun yang seorang lelaki paruh baya, Idris berkata tenang, “Maaf pak, saya kesini untuk meminta keikhlasan bapak atas kekhilafan yang telah saya lakukan.” Kata Idris membuka pembicaraan.
Lelaki paruh baya yang sudah ditumbuhi uban itu mengerutkan wajah, heran. Pemuda asing yang datang ini langsung mengajukan permintaan maaf yang ia tak tau apa kesalahannya.
"Apa gerangan yang membuat anda meminta maaf dan keikhlasan, padahal kita baru saja berjumpa? Saya sangat yakin tak ada kekeliruan diantara kita berdua." Jawab lelaki setengah baya.
"Begini pak,” Dijelaskanlah semua permasalahan yang telah menimpa dirinya dari awal hingga pertemuan mereka. Mendengar penjelasan tersebut, lelaki paruh baya tersebut terkejut, "Subhanallah", bibirnya sontak bergumam memuji Allah.

Nah, saya potong dulu ceritanya. Sampai saat ini apa hikmah yang terbetik dalam benak teman-teman sekalian setelah membaca kisah diatas? Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia seperti Idris yang sangat shaleh dan penuh tanggung jawab. Penyesalan yang tiada terkira serta rasa berdosa karna memakan sebuah delima yang tak sengaja ia temukan hanyut di sungai. Saya tekankan sekali lagi, ia memakan delima yang hanyut di sungai, bukan delima yang ia temukan dibawah pohonnya apalagi masih bergelantungan di pohonnya. Sedangkan kita? Terkadang kita menggunakan fasilitas yang sebenarnya bukan milik kita. Terlebih saya yang terlalu sering melupakan perkara yang sangat sepele tersebut. Kita dan terlebih saya, masih sangat jauh dari hal-hal seperti yang di lakukan oleh Idris, pemuda yang penuh dengan tanggung jawab. Ia benar-benar berusaha untuk tidak mencemari dirinya dengan dosa sekecil apapun. Masalah yang mungkin menurut orang lain sangat sepele, tapi baginya perkara itu sangat membebani hatinya karena dosa yang akan ditanggungnya.
Subhanallah...
Allahu Akbar...
Semoga mulai dari saat ini kita bisa meneladani rasa tanggung jawab beliau. Amin...
Yuk, kita baca lanjutan kisahnya...


Beberapa saat laki-laki paruh baya itu terdiam, ia seolah terhipnotis oleh akhlaq laki-laki asing yang kini berada di depannya. "Baru kali ini aku melihat seorang laki-laki yang begitu bersemangat menjaga dan mencegah diri dari dosa, padahal bisa saja ia melupakan perkara itu begitu saja. Tapi laki-laki muda ini sangat aneh, dan jarang kutemui." Pak Tua membatin.
Lain halnya dengan Idris, Ia justru dilanda kekhawatiran tiada terkira, jangan-jangan Pak Tua tak mau memaafkannya, "Bagaimana, Pak, bisakah aku dimaafkan dan delima yang aku makan ini diikhlaskan?"
Pak tua lantas memberi jawaban dengan wajah yang dibuat-buat agar menimbulkan keangkeran, "Aku mau menerima maafmu, asal kamu mau menerima persyaratanku."
"Oh saya mau Pak, apapun persyaratan yang bapak ajukan, aku mau melakukan, asal bapak mau mengikhlaskan, " sambut Idris berseri-seri, karena melihat peluang untuk dapat diampuni.
"Begini Nak, "kata Pak Tua mulai menjelaskan serius, "Aku punya seorang anak perempuan tunggal yang tuli, bisu, buta, dan lumpuh."
"Lantas?" tanya si Idris penasaran.
"Aku menghendakimu menjadi menantuku, mengawini putriku. Itulah satu-satunya syarat yang kuajukan agar delima yang telah engkau makan dapat aku ihklaskan," jelas Pak Tua sejelas-jelasnya.
"Innalillah," desis hati si Idris ketika mendengar penjelasan dari pak tua di depannya, "Bagaimana mungkin hanya untuk mendapatkan keikhlasan sebuah delima harus aku tebus dengan mengawini wanita cacat segalanya. Apakah cara ini cukup adil?" Kelihatan sekali kening pemuda Idris berkerut, mempertimbangkan dan memikirkan keputusan yang sangat berat.
Pak Tua memperlihatikan pemuda Idris dengan seksama lantas bertanya malah terkesan setengah memaksa, "Bagaimana Nak?" Memang itu saja persyaratanku."
Idris terdiam, tampak memikirkan dengan begitu mendalam. Sejenak kemudian ia mengangkat wajah, mendesah berat, lantas memberikan jawaban, "Kalau memang hanya cara itu yang bisa membuat Bapak memaafkan kesalahanku maka aku harus menyanggupinya wahai Pak Tua."

Sebenarnya saya pengen berkomentar di penggalan kisah ini, tapi saya benar-benar spechless bacanya, jadi bingung mau berkomentar apa. Yah, silahkan teman-teman meresapi kisah ini dengan sungguh-sungguh, betapa luasnya hati pemuda baik bernama Idris tersebut. Demi mendapatkan sebuah maaf dari kesalahan yang mungkin menurut kita amat sangat sepele, ia rela menerima apapun permintaan yang di ajukan oleh pak tua pemilik kebun. Yah, semua yang ia lakukan hanya untuk satu tujuan yaitu mendapat pengampunan dosa dari Sang Mahapengampun, Allah SWT.

Mendengar jawaban Idris, lelaki paruh baya itu tersenyum bahagia lantas bicara, "Aku ikhlas memberi ampunan, aku harap kaupun ikhlas menerima persyaratan."
"Aku ikhlas," tukas Idris lugas, sambil menyodorkan sebuah jabat tangan.
"Kalau begitu, sebelum aku mengawinkanmu, kupersilakan kau melihat calon istrimu dahulu.” Kata Pak Tua, sambil mempersilakan pemuda Idris melihat calon istrinya di ruang tengah. Idris segera beranjak, menuju ruang yang ditunjukkan. Dengan tangan sedikit kaku, didorongnya gagang pintu dengan hati berdebar tak menentu karena matanya akan segera menatap calon istri yang cacat segala rupa.
"Bagaimana bentuk wanita calonku ini, yang cacat segalanya, buta, tuli, lumpuh, bisu?" Beberapa saat pintu terbuka hampir tak berbunyi. Di lihatnya sorang wanita jelita yang tampaknya sedang merenda. Hanya dia dan tak ada lagi wanita lainnya. Bingung. Pintu ditutup kembali sama pelannya ketika ia membuka lantas menemui pak tua, Ayah dari calon istrinya. "Pak, aku tak melihat orang lain di dalam sana,kecuali hanya seorang wanita yang sedang merenda."
Pak Tua tersenyum lantas berujar, "Dialah calon istrimu."
"Oh Tuhan, bagaimana bisa begitu? Bukankah Bapak tadi menyebut calonku seorang buta, tuli, lumpuh, dan bisu? Sedangkan yang didalam sana seorang wanita yang sangat jelita dengan muka ranum bak delima?" tanya pemuda Idris setengah tak percaya. Hatinya berdebar kencang.
"Begini anakku. Dia memang buta dalam soal melihat kemaksiatan. Dia memang tuli dalam mendengar pembicaraan yang dapat menimbulkan murka Allah. Dia memang bisu untuk mengucapkan makian dan lumpuh karena tidak melangkahkan kakinya ke tempat-tempat maksiat, lokasi berkumpulnya syetan. Dia tak pernah bersentuhan dengan segala kemaksiatan, Itulah yang kumaksud bahwa dia buta, tuli, lumpuh, bisu. Karena itulah, tak ada pemuda yang layak menjadi suaminya kecuali orang sepertimu, yang juga menjaga diri dari segala hal yang berkaitan dengan dosa, haram, dan kemaksiatan.
Merekapun dinikahkan. Kebahagian dan ketidakpercayaan masih hadir kala perjalan pasangan ini mengarungi bahtera rumah tangga. Karena niatan Lillah Billah dan Fillah, halangan demi halangan hanya Allah tempat terbaik dalam meminta dan berlindung.

Subhanallah, Mahasuci Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Yang selalu memberikan balasan yang setimpal dengan amalan yang di lakukan oleh setiap makhluknya. Sekecil apapun amalan baik manusia, maka ia akan mendapatkan balasannya. Sebaliknya, sekecil apapun amalan buruk manusia, maka azab Allah sangatlah pedih.

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
(Q.S. Al Zalzalah: 7-8)

Dan atas kesabaran Idris serta rasa tanggung jawabnya yang sangat luar biasa, Allah telah memberikan kebaikan baginya.

Dari pasangan suami-istri yang terjaga dari dosa dan maksiat, haram dan kemungkaran ini, kemudian lahir seorang anak shaleh teladan, yang bahkan dalam umur enam tahun telah hafal Al-Quran. Dialah Muhammad bin Idris Assyafi'i yang tak lain adalah Imam Syafi'i Itulah kesabaran dari ayah seorang ulama besar sepanjang masa ini. Sang ayah begitu sabar dalam menahan dan menghindari makanan yang haram demi memperoleh anak yang saleh. Allah pun mengabulkannya.

Dari kisah di atas terdapat begitu banyak hikmah yang bisa kita ambil. Diantaranya adalah bagaimana kita harus bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan. Kita juga harus selalu memperhatikan setiap makanan yang kita makan, apakah makanan tersebut halal atau haram untuk kita makan. Karena setiap apapun yang kita lakukan dan kita makan, akan diminta pertanggungjawabannya oleh Sang Pemberi balasan.
Kembali ke judul postingan ini, yakni tentang cari pasangan. Hikmah yang bisa saya ambil dari kisah dan lirik lagu diatas adalah bahwa dalam mencari pasangan kita haruslah benar-benar jeli. Bukan hanya dilihat dari segi harta, pangkat, ataupun rupa. Tapi yang paling penting adalah keimanan dan akhlaqnya yang mulia. Wanita siapa yang tidak ingin menikah dengan seorang seorang pemuda yang menjaga dirinya dari dosa? Yang bahkan demi sebuah maaf ia ikhlas menikah dengan wanita yang cacat segala, demi sebuah ampunan dari Allah SWT. Meskipun akhirnya ia tau bahwa calon istrinya cacat karena tidak pernah bersentuhan dalam segala kemaksiatan.
Dan lelaki mana yang tidak ingin menikah dengan seorang wanita yang terjaga dari dosa dan maksiat. Wanita yang bisu, tuli, buta, dan lumpuh untuk melakukan maksiat kepada Allah SWT. Wanita seperti calon istri Idris yang shalehah. Saya pernah mendengar bahwa untuk mencari pasangan perhatikanlah tiga hal, yaitu hartanya, rupanya, dan akhlaqnya. Saat itu saya heran dan bingung dengan maksud pernyataan diatas, hingga akhirnya saya mengerti. Saya mengerti bahwa dengan adanya harta bisa menjadi sarana kita dalam beribadah kepada Allah dengan cara menyedekahkannya di jalan Allah. Dengan rupa yang elok dan menawan, maka akan membuat senang serta bahagia pasangan kita. Meskipun sebenarnya walau tanpa kedua hal tersebut, yakni harta dan rupa. Kenapa? Karena ada satu pondasi yang mampu membuat kita khusuk dalam beribadah serta membahagiakan pasangan kita, pondasi itu adalah iman dan akhlak. Dengan adanya harta yang banyak dan rupa yang elok, tapi tanpa akhlak yang baik, maka hancurlah mereka. Tapi dengan akhlak yang mulia meskipun tanpa harta dan rupa, Allah akan selalu ridho kepada makhluknya yang senantiasa berpegang kepada sabda-Nya dan berjalan di jalan-Nya.
Wallahu’alam bisshawab
Hanya Allah yang Mahatahu. Karena aku hanyalah manusia yang terbatas, terbatas ilmu pengetahuannya. Semoga Allah mengampuni kesalahan atas tulisan-tulisan yang saya buat. Dan semoga tulisan yang saya buat ini bermanfaat bagi orang lain. Amin...

#oh iya, hampir lupa. Nama Grup nasyid asal Malaysia yang menyanyikan lagu mencari pasangan itu namanya "Rabbani". 
*mirip-mirip sama nama teman saya -.-"

Rabu, 25 Januari 2012

PR Angka Sebelas : Mendesakku harus segera menghasilkan tulisan...^^

Menulis memang baru sekedar hobi bagi saya, jadinya saya hanya melakukan kegiatan tersebut saat waktu luang dan saat saya ingin melakukannya. Yah, meskipun tekadang saya juga menunggu otak ini encer untuk memikirkan hal-hal yang akan saya tulis, karna sering kali ingin menulis tapi bingung harus nulis apa. Dan dengan adanya liburan semester yang lumayan lama ini -satu bulan- saya menargetkan tangan ini harus berhasil menghasilkan tulisan-tulisan bermanfaat yang akan memenuhi blog saya ini dan juga harus bisa menyelesaikan beberapa cerpen yang terkatung-katung menunggu akhir akibat terabaikan selama beberapa bulan ini.

Tapi liburan sudah berjalan hampir dua minggu dan saya belum menuliskan apa-apa. Meskipun sering berkutat dengan laptop, saya bukan nulis tapi mengerjakan RKAT dan anggaran keuangan untuk kegiatan organisasi yang saya ikuti untuk satu tahun ke depan. Udah pada tahu apa itu RKAT? Rencana Kerja dan Anggaran Tahun, semacam laporan yang harus diserahkan ke bagian Direktorat Kemahasiswaan setiap awal tahun untuk mengetahui gambaran kegiatan dan anggaran yang dibutuhkan seluruh LK di IPB.  Saya juga baru kenal tuh yang namanya RKAT karena baru kali ini saya terjun ke dunia Lembaga Kemahasiswaan kampus, jadi masih bingung juga #plak

Dan hari ini saya harus nulis untuk diposting ke blog, apapun, meski isinya gak jelas sekalipun. Nah, berhubung beberapa hari kemarin seorang teman yang bernama Kadri memberikan PR angka sebelas, maka saya harus mengerjakannya. Kenapa? Takut dipelototin Pak Kadri kalo gak ngerjain. #plakplak XD

So, inilah jawaban atas PR angka sebelas itu... :D

Sebelas Fakta tentang Yuli Astutik yang adalah saya sendiri. Hehe...

  1. Saat kecil dulu pernah terobsesi untuk jadi Miss Universe, tapi bukan miss universe seperti saat ini yang harus pake baju renang dulu. Saya bermimpi jadi Ratu Sejagad pertama yang memakai jilbab dan bahkan sering saya peragakan saat sendirian di dalam kamar. Aneh memang, tapi sumpah deh ini beneran. Sekarang mah, kagak mau yeee... XD 
  2. Saya hobi banget sama yang namanya jalan-jalan ngeliat pemandangan, naik motor ataupun jalan kaki menelusuri alam. Makanya saat SMA saya ikut pecinta Alam. Juga jadi seorang maniak novel atau kisah-kisah sejarah yang menyangkut peradaban
  3. Sangat suka sama warna biru, tapi tidak fanatik sama warna tersebut karna lebih enjoy dengan warna netral yaitu hitam dan putih. Penyebab saya suka warna biru karna saya suka banget yang namanya mandangi langit dan laut yang seolah tanpa batas. Unlimitted. Berhubungan dengan fakta no 2 sih sebenarnya.
  4. Sejak SMP mulai malas untuk berolahraga, karena setiap pelajaran olahraga gurunya malah ngajarin untuk bercocok tanam. So, jadi gak suka lari padahal pas SD jadi jura lari sekelas. Dan sering banget berceloteh, ‘dari pada di suruh lari cepat 500 m mending suruh saya jalan kaki 5 km deh’. :)
  5. Orang bilang saya koleris plegmatis, meskipun ada benernya juga sih. Tapi beneran deh, saya itu juga melankolis meskipun gak terlalu dominan. Saya bisa aja nangis hanya karna masalah sepele bahkan tiba-tiba nangis dengan tanpa alasan, saat saya sendirian tentunya.
  6. Saya orang yang sangat tidak rapi meskipun saya seorang cewek. Tapi lama-lama jadi bete ngeliatin kamar atau rumah yang berantakan, dan kalo udah gitu saya bisa dalam sehari hanya akan beres-beres tanpa mengerjakan hal-hal lain, udah seperti orang stress ngeberesinnya. XD
  7. Sahabat bagi saya adalah segalanya. Mungkin saat ini lebih tepat kalo saya bilang saudara. Apapun akan saya lakukan demi seorang saudara. Tak masalah jika saya bahkan harus pecah berkeping-keping demi mereka. #sedikit lebay
  8. Saya  suka curcol gak jelas sama orang lain meskipun yang dicurhatin itu masalah sepele. Tapi saya juga pendengar yang  baik yang bisa jadi temen curhat. Mau curhat apapun ke saya, sok atuh, pasti saya dengerin. Dan kalo saya bisa bantu masalahnya, saya pasti bantuin.
  9. Pengen punya kakak cowok. Karna menurut saya kakak cowok itu benar-benar bisa ngelindungin adiknya dalam segi apapun. Makanya sejak SMP saya lebih dekat ke teman dan senior cowok, bahkan cerita yang saya buat sering tentang cowok atau punya kakak cowok. Yah, begitulah...
  10. Sebenarnya fakta yang buruk neh, tapi apa mau di kata, kalo ternyata saya adalah orang yang pemalas sebenarnya. Sifat yang benar-benar sangat merugikan tapi sangat sulit dihilangkan. Benar-benar orang yang slalu memanfaatkan waktu yang sangat sedikit. Slalu mengandalkan yang namanya ‘The Power of Kepepet’.
  11. Yang ini nih, kocak dah. Saya ini adalah wong ndeso yang berasal dari Madura. Pernah bilang ‘lebih enak makan ikan tongkol bikinan emak dan embu’ (baca: ibu dan nenek) dari pada makan Pizza’ saat diajak makan pizza, saat itu aku benar-benar eneg makan pizza, mungkin karna pertama kalinya ya. Saya juga mabuk kalo naik mobil apalagi mobil mewah, tapi herannya saya lebih seger naik bus atau bahkan angkot (meskipun sebenarnya dulu sama-sama gak suka kalo disuruh naik kendaraan yang berjenis mobil). Yah, itu karna saya memang wong ndeso, hhehe :D
Nah itulah sebelas fakta tentang saya yang mungkin absurd sangat. Tapi ya itulah apa adanya saya. Meskipun sebenarnya sangat banyak fakta tentang saya yang tak mungkin dijelaskan dalam sebelas poin, setidaknya sebelas point tersebut sudah cukup mewakili tentang seperti apa diri saya ini. Silahkan anda semua menilai, kalo menurut anda baik ya Alhamdulillah, tapi kalo menurut anda jelek, sok atuh beri saran kepada saya bagaimana saya harus memperbaiki diri. Semoga saya bisa jadi lebih baik dari sebelumnya. :)

Berhubung sebelas fakta tentang saya sudah saya jawab, sekarang saatnya saya menjawab tugas dari si Abang Kadri. Semoga jawaban saya gak mengecewakan. Hahaha XD

1.       Ayah dan Ibumu jadian pas umur berapa?
Jawab : Wah, saya gak tau tuh umur berapa. Tapi kayaknya mereka gak pacaran tapi langsung nikah deh. :p
2.       Kamu pernah punya pacar berapa kali?
Jawab : Pernah sekali pas jaman SMP akhir, zaman jahiliah dan saya bener-bener nyesel pernah pacaran.
3.      Kalau belum pernah punya pacar, pernah ada teman lawan jenis yang terasa ‘menarik’ tidak? :mgreen:
            Jawab : Yupz, udah dijawab tuh diatas. :p
4.      Apa kontribusi nyata yang bisa kamu lakukan untuk bangsa dan negara Indonesia ini dalam lima belas menit kedepan?
Jawab : Mengambil hikmah dalam setiap kejadian sebagai ilmu dan pembelajaran untuk masa mendatang. #jawaban klasik
5.      Menurutmu, Nazarudin sebaiknya dipenjara atau tidak?
Jawab : Kalo emang dia bersalah, ya emang harusnya di penjara kan? Dan sepertinya kalo yang saya ikuti di berita-berita, dia pantes di penjara.
6.      Kamu senangnya pakai tas punggung atau tas sampir bahu?
Jawab : Fleksibel, tapi lebih senang pake tas punggung karna lebih simpel dan enak di pakai.
7.      Kalau bisa milih, kamu mau milih mana: motor atau mobil, terus alasannya apa?
            Jawab : Motor. Lebih fleksibel dan aku sering mabuk kalo naik mobil.
8.      Kalau kamu mendapat kejutan menang lotre satu milyar dolar, mau kamu apakan uangnya?
Jawab : Yang pasti bayar zakat dulu. Naikin haji orang tua dan juga sanak saudara. Bantu orang-orang yang membutuhkan. Sisanya buat ngebangun desa tempat aku dilahirin dan untuk modal usaha. Oia, ngebangun perpustakaan baca yang gratissss... Amin... #mimpi #eh
9.      Artis Barat favorit kamu dan alasannya dong? :D
Jawab : Saya suka siapapun Artis Barat yang bermain dalam film yang genre dan kisahnya menarik dan seru untuk diikuti. Tapi film yang paling saya suka adalah film yang dibintangi Arnold Schwarzenegger dan Jackie Chan. #gak nyambung
10.   Menurut kamu, apa ciri utama sebuah blog yang bagus?
Jawab : Yang isinya bermanfaat juga menghibur bagi para pembacanya (dan blog saya belum termasuk di dalamnya L).
11.    Terakhir, ada tema-tema mengenai film 2012 nih ya :P… Agak mengkhayal dikit. Jika suatu hari nanti kamu terbangun, dan menyaksikan sebuah siluet planet raksasa terbit di ufuk Barat, sangat dekat dengan bumimu ini, apa yang akan kamu lakukan? :P:P:P#purefantasy
Jawab : Ngapain ya? Saya bingung, gak bisa ngebayanginnya. Mungkin nyari Kadri buat nanyain apa yang akan terjadi selanjutnya, kan ini fantasinya dia. #nyeleneh #plak

Fiuhhh... *ekspresi lega
Akhirnya selesai juga neh tugas meskipun sedikit ngasal, hehehe :p
Makasih banget buat Kadri yang udah ngasih PR ini untuk saya sehingga mendesak saya untuk segera menulis. Dan selanjutnya tangan ini tak akan berhenti untuk menulis, entah untuk diposting ke blog ini atau melanjutkan berbagai cerpen yang sebelumnya saya bilang, terkatung-katung karna lama saya abaikan. So, semangat nulis....^^

Senin, 26 Desember 2011

Ini Tentang Kalian...^^


Ini tentang kalian yang baru saja kukenal, tapi hati ini telah benar-benar terpaut dengan hati-hati kalian. Aku bertemu dengan kalian pada suatu moment yang takkan mungkin pernah terlupakan, hingga moment itu berakhirpun, kalian masih senantiasa menghiasi hatiku. Dan aku yakin hingga bertahun-tahun kedepan kalian akan selalu ada dalam ingatanku.
Ini tentang kalian yang selalu menjadi inspirasi. Yang selalu menjadikan diri sebagai teladan dan berharap orang lain lebih baik dari diri kalian. Yang harus terlihat berwajah masam meskipun sebenarnya tak menutupi wajah ceria kalian. Yang seolah berhati batu walau ternyata hati kalian selembut sutera. Kalian yang siap dibenci demi menegakkan sebuah cita-cita yang benama keteraturan dan kedisiplinan.
Ini tentang kedisiplinan kalian yang aku salutkan. Selalu belajar untuk bisa selalu memperbaiki diri. Terus membenahi kedisiplinan diri yang kian terpancar dari ketegasan kalian.
Ini tentang kebijaksanaan yang terpancar dari rona wajah kalian. Yang bisa menempatkan diri di saat dan di waktu yang tepat. Yang tetap bisa mengendalikan emosi saat marah melanda.
Ini tentang ketulusan hati kalian yang tak pernah aku ragukan. Selalu memberi ketika diminta. Selalu menolong ketika orang lain membutuhkan. Kalian yang selalu memberikan kerja terbaik untuk menuntaskan amanah tanpa keluh kesah walaupun lelah sudah menggelayuti raga.
Ini tentang semangat kalian yang tak pernah padam. Bahkan kian membara setiap harinya. Membakar semangat orang-orang yang sedang redup. Menjadi pelopor semangat orang-orang di sekitar kalian.
Ini tentang komitmen kalian yang sangat tak diragukan. Keihlasan, keprofesionalan, kerja keras, dan pengorbanan yang yang telah kalian berikan menjadi bukti nyata komitmen teguh kalian.
Ini tentang senyum kalian yang tulus. Selalu menghiasi wajah-wajah indah kalian. Tak pernah sedikitpun kulihat keterpaksaan dari senyuman kalian. Dan ku yakin senyum itu selalu datang dari hati kalian yang paling dalam.
Ini tentang canda tawa kalian yang selalu menghiasi hari-hariku dan hari-hari kita semua. Tentang keautisan yang tak pernah absen dalam setiap kebersamaan kita. Yang selalu membuatku selalu tersenyum karnanya.
Ini tentang kalian yang tiba-tiba aku rindukan.... :’)
Aku merindukan kebersamaan kita dulu yang hanya berbilang minggu. Aku rindu akan senyum dan tawa kalian yang begitu menghibur kegundahan hatiku. Aku rindu canda kalian yang kian mengisi kekosongan hatiku. Aku rindu kalian walaupun aku tak tau apa lagi yang aku rindukan dari kalian.  Aku rindu kalian hingga tak terkatakan seberapa besar rinduku pada kalian. Aku rindu......
Ini memang hanya tentang kalian yang selalu kurindukan...






17 Desember 2011
Jejak Cinta di Tapak Batas Cakrawala Biru
---Yuli Astutik---