Adakah
yang masih bisa dibanggakan dari Indonesia? Pertanyaan itu mengusik hati dan
pikiran kau muda di tengah hiruk-pikuk sosial politik di Tanah Air.
Selasa, 10 Juli 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
Ucapan yang Terlambat
Untuk sebuah ucapan yang sangat terlambat aku sampaikan...
Yah, seharusnya ucapan ini telah aku sampaikan dua minggu yang lalu. Entahlah, ucapan ini spesial atau tidak, wakltu itu aku sengaja untuk tidak mengucapkannya tepat waktu, seperti kebiasaanku sebelumnya. Pura-pura lupa, tapi setelah beberapa hari baru mengucapkannya. Tapi inilah aku yang dasarnya emang pelupa, keterusan lupa untuk ngucapin, seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya juga, hehehe :p
Aku sih berharap mereka tidak kecewa karena waktu menyampaikan ucapan milad dariku kepada mereka yang mungkin tidak tepat karna amat sangat terlambat. Mereka? Yah, mereka. karena bukan hanya satu orang yang belum aku kasih ucapan selamat. Kali ini sebut saja mereka bocah, tapi bocah dewasa, tentunya...Hah, kok di sebut bocah??? --a jangan heran, mereka sendiri yang menyebut diri mereka bocah, mungkin sok pengen jadi bocah lagi :p, padahal sebenarnya dari sikap mereka sungguh amat dewasa, bahkan mungkin lebih dewasa dariku. Dan taukah kalian? kedua bocah yang aku maksud itu adalah pemimpin, pemimpin bagi ratusan teman-teman sebayanya di asrama, tepatnya asrama TPB IPB. Dan setelah menjadi pemimpin bagi teman-temannya dulu, kini mereka jadi pengayom, pengayom bagi adik-adik mahasiswa baru yang akan tinggal di asrama selama setahun kedepan. Meskipun mereka menyebut diri mereka bocah, tapi aku tau bahwa mereka bijak, cerdas, dan yang terpenting mereka sangat baik, cerminan kedewasaan yang patut untuk diteladani.
Karena kedewasaan bukan masalah usia, kedewasaan itu merupakan sebuah pilihan, iyaa kaan kawan??? :)
Sebelum memberikan ucapan dan memberi tahu siapa kedua bocah yang aku maksud, aku ingin bercerita dulu tentang mereka. Bocah pertama, seorang wanita yang sangat cantik dan pandai menggoreskan tinta. Aku mulai mengenalnya sejak masuk dan tinggal di asrama TPB. pertama kali mengenalnya, menurutku dia terobsesi menjadi entrepreneur, karna bahkan ketika seorang Ammah (Sebutan SR A4) bertanya "Ketika kamu diberi sebuah pena, apa yang akan kamu lakukan?". Jawabannya saat itu sempat membuat aku dan teman-teman satu gedung tersenyum, dia akan menjadikannya sebagai modal usaha, contohnya dengan menghasilkan karya yang bisa dijual dengan pena tersebut, atau mungkin menjualnya sebagai modal usaha yang lebih besar lagi. Saat itu ada anak-anak yang tertawa mendengar jawabannya, mungkin termasuk aku, tapi aku melihat yang lain darinya, aku melihat semangat dan kesungguhan dalam dirinya.
Wanita yang satu ini begitu lembut dan penyabar. Ah, aku bahkan iri dengan senyumnya yang begitu menawan. kenapa begitu? Karena aku terkadang belum bisa se-ikhlas dia dalam tersenyum. Ketika dia tersenyum, seolah tak ada beban dan masalah pada dirinya, meskipun terkadang aku tau bahwa dia sedang mengalami masalah yang berat. Akan tetapi dia selalu tersenyum dan membuat orang lain juga ikut tersenyum. Karyanya begitu memesona, siapa yang tak terhenyak diam ketika dia sedang bersenandung petikan-petikan bait-bait ciptaannya, bukan nyanyian, melainkan puisi. Dia bisa membawa suasana hati orang lain jadi bahagia, sedih, terharu, dan bahkan marah dengan tulisan-tulisannya yang bergelora. *kenapa aku jadi nyastra gini ya?* Tapi memang benar sih, dia salah satu wanita luar biasa yang aku kenal semenjak aku kuliah di IPB ini.
Wanita yang satu ini begitu lembut dan penyabar. Ah, aku bahkan iri dengan senyumnya yang begitu menawan. kenapa begitu? Karena aku terkadang belum bisa se-ikhlas dia dalam tersenyum. Ketika dia tersenyum, seolah tak ada beban dan masalah pada dirinya, meskipun terkadang aku tau bahwa dia sedang mengalami masalah yang berat. Akan tetapi dia selalu tersenyum dan membuat orang lain juga ikut tersenyum. Karyanya begitu memesona, siapa yang tak terhenyak diam ketika dia sedang bersenandung petikan-petikan bait-bait ciptaannya, bukan nyanyian, melainkan puisi. Dia bisa membawa suasana hati orang lain jadi bahagia, sedih, terharu, dan bahkan marah dengan tulisan-tulisannya yang bergelora. *kenapa aku jadi nyastra gini ya?* Tapi memang benar sih, dia salah satu wanita luar biasa yang aku kenal semenjak aku kuliah di IPB ini.
Bocah kedua, seorang laki-laki yang sangat apa adanya tapi justru dari kesederhanaan itulah yang membuat orang-orang suka padanya. Pertama kali kenal dengannya aku lupa kapan tepatnya, yang jelas kami mulai kenal saat banyak kegiatan dari asrama dan juga kerena aku yang suka nimbrung-nimbrung di kumpul Lurah Asrama TPB IPB. Dan yang membuat aku akrab dengannya karna kami ada di satu divisi untuk sebuah kepanitiaan besar setahun yang lalu. Bocah yang satu ini kadang suka ngasal, tapi dari kengasalannya itu, ada makna tersembunyi yang dia saja yang tau apa maksudnya. terkadang kurang memperhatikan situasi dan kondisi di sekitarnya alias nyablak apa-adanya #plak Dia begitu perhatian pada teman-temannya, suka bercerita apa saja yang bisa diceritakan untuk mencairkan suasana, dan juga suka mendengar curhatan orang, salah satunya aku yang dulu juga suka cerita berbagai hal (baca: kegalauan) saat masih satu divisi, dan kadang sampai sekarang juga masih cerita seputar hal yang umum. Karena seperti aku bilang sebelumnya, meskipun dia rada koplak tapi dia adalah orang yang kadang bisa bersikap sangat dewasa dan tentu saja, bijak. Apa lagi ya tentang dia??? ah, banyak-lah pokoknya, sampe-sampe aku bingung mau nulisin ciri khasnya yang mana, terlalu banyak ciri khas dalam dirinya yang malah jadi gak khas lagi... #plakplak :D
Tapi ada stu hal yang kocak neh, terjadi beberapa hari yang lalu saat aku bertemu dia di belakang gym. Dia bilang "Ih, bude jahat lupa ulang tahunku" hahahaha..... Aku cuma bisa ketawa menyadari kesalahanku saat itu yang pura-pura lupa dan gak ngucapin, eh malah keterusan lupa gak ngucapin, hehehe...
Sekarang aku mau ngucapin...
SELAMAT HARI LAHIR, KAWAN....
Uhibbukumfillah, Sahabatku...
Semoga Allah senantiasa mengiringi jalan kalian untuk meraih masa depan yang cemerlang menuju syurga-Nya... Amiiiieeennnnn.... :D
Semoga kita selalu ingat ya kawan, bahwa hidup ini bukan seberapa lama umur kita, tapi seberapa banyak hal-hal bermanfaat yang kita lakukan untuk orang lain, lingkungan, dan agama kita.... (kutipan #lirik Nisa) ^^v
Teruntuk Sahabatku,
Muhammad Takbir dan Kamiltussyafiqoh
#maap ya telat banget tapi masih di tunggu traktirannya ampe sekarang,hehehe :p
Menapaki Jejak-Jejak Cinta Cakrawala Biru
---Yuli Astutik---
Label:
ICONS,
IPB,
Keluarga Ko[m]plak,
Milad,
Sahabat
Jumat, 29 Juni 2012
Sebuah Tanggung Jawab
Terkadang sebuah tanggung jawab terlalu besar untuk
disandang
Tapi kita tak sadar dan merasa biasa-biasa saja
Namun setelah semuanya terjadi dan tak bisa dicegah
Hanya kebingungan yang mendera
Kata “Tanggung Jawab” kian menggaung di telingaku. Susah rasanya.
Mereka bilang “Tanggung jawa tak usah dipikirin, tapi dikerjain”. Memang benar,
tapi rasanya tak semudah saat mengeluarkan kalimat itu. Mungkin saja kalo
tanggung jawab yang di maksud hanya sekedar pekerjaan akademik atau kerjaan
organisasi yang memang tak perlu ribet dipikirkan dan hanya cukup dikerjakan.
Tapi kalo tanggung jawab itu berhubungan dengan syiar Islam yang jadi agamaku
atau bahkan tanggung jawab yang berhubungan dengan nyawa bagaimana?
Ya Allah Ya Rabb... Semoga tanggung jawab yang kami emban
ini bisa kami laksanakan sebaik mungkin...
Segala kuasa hanya ada pada-Mu,,, Rabbi....
Label:
Gasisma,
idealisme,
Tanggung jawab
Minggu, 17 Juni 2012
Penyambutan dan Mahasiswa IPB
Setiap
perjuangan memang butuh pengorbanan. Dan entah kenapa aku merasa aku merasa iri
kepada mereka yang rela berkorban demi orang lain dengan ikhlas dan tanpa
pamrih.
Minggu ini
adalah minggu-minggu yang lumayan melelahkan bagi anak-anak IPB karena kita
harus menghadapi Ujian Akhir Semester kenaikan tingkat. Setiap hari mungkin
akan berhadapan dengan buku dan tugas-tuas akhir sebelum masuk ruang ujian.
Selain disibukkan dengan ujian, minggu-minggu ini IPB juga disibukkan dengan
penyambutan kedatangan mahasiswa baru angkatan 49. Sebenarnya tidak ada
penyambutan secara formal disini karena maba 49 itu hanya datang untuk
mengikuti registrasi dan kuliah umum, sedangkan penyambutan formal dari IPB
baru akan dilaksanakan nanti tangal 27 Juni saat mereka sudah mulai registrasi
di asrama TPB IPB. Namun berbeda dari sebagian orang yang lebih fokus pada
ujian, ada beberapa orang yang fokusnya terpecah untuk ujian dan penyambutan. Sebut
saja panitia Open House dan Salam ISC yang di adakan oleh LDK Al-Hurriyah.
Panitia Open House yang kesemuanya angkatan 48 harus sibuk mempersiapkan dan
mendampingi adik-adik 49 untuk registrasi, padahal semua anak 48 juga masih
dalam masa ujian. Sedangkan panitia Salam ISC juga tak kalah sibukknya
mempersiapkan penyambutan untuk mahasiswa baru angkatan 49 yang akan menjadi
Insya Allah akan menjadi mutiara islam yang cemerlang, sama saja dengan dengan
panitia OH, semua panitia salam ISC adalah angkatan 47 yang juga sedang
sibuk-sibuknya harus mempersiapkan ujian dan berbagai tugas tambahan lainnya.
Tak jauh
berbeda dengan panitia OH ataupun Salam ISC, beberapa OMDA IPB juga sedang
sibuk menyambut mahasiswa dan keluarga yang mengantar dari daerahnya yang akan
tiba di Bogor ini untuk registrasi. Yang belum tau apa itu OMDA adalah Organisasi Mahasiswa Daerah, semacam
perkumpulan mahasiswa dari daerah yang sama. Contohnya saja OMDA Ikamusi dari
Palembang, IKMM dari Minang dan sekitarnya, dan berbagai OMDA lainnya. Termasuk
juga OMDA ku yang bernama Gasisma, Keluarga Mahasiswa Madura, yang juga tak luput untuk mempersiapkan
penyambutan.
Aku salut bagi
mereka yang meskipun dalam masa ujian mereka masih mau berlelah-lelah menyambut
adik-adik mahasiswa baru angkatan 49. Dan yang paling membuat aku iri pada
mereka, karna mereka senantiasa ikhlas dalam melakukannya, mereka ikhlas dalam
pengorbanan, demi sebuah perjuangan yang bernama persaudaraan, kekeluargaan,
dan persahabatan.
Dan sungguh
aku berharap, perjuangan dan pengorbanan yang walaupun cuma terasa secuil ini
tak sia-sia. Benar-benar berharap angkatan 49 nantinya akan menjadi generasi
mutiara nusantara yang terbaik...
SELAMAT DATANG
MAHASISWA BARU
Angkatan 49
Di Kampus
Hijau Tercinta
Institut
Pertanian Bogor
Jejak Cinta di Batas Cakrawala Biru
Minggu, 06 Mei 2012
Tentang Pemimpin dan Sebuah Tindakan
|
Ketika sumpah telah terucap, maka tak ada
kompensasi pada setiap pelanggaran.
Ketika keputusan telah diambil, maka
berpegangteguhlah pada komitmen.
Ketika konsistensi dipertanyakan, maka keprofesionalanlah
yang harus di jaga.
|
Otakku dan tanganku yang berkoordinasi tiba-tiba saja
menciptakan tiga kalimat diatas. Karna berbagai hal dan mungkin dan salah
satunya adalah kejadian yang aku alami belakangan ini. Belakangan ini tiba-tiba
saja aku merasa seperti jadi peneror dan pengacau.
Aku mengacaukan rapat yang riang minggu kemaren dengan
berbagai permasalahan yang aku ungkapkan. Permasalahan itu berkaitan dengan
komiten, keprofesionalan, dan sumpah atau janji. Jujur saja aku sudah bosan memikirkan
masalah yang berlarut-larut di organisasi yang kini aku berada didalamnya.
Benar-benar diabaikan dan seolah terlupakan. Malam yang ceria itu berubah jadi
tegang saat aku menyampaikan segala unek-unek di akhir rapat, meskipun aku jadi
puas karena mereka akhirnya ingat akan permasalahan yang seolah terlupakan itu.
Dan akupun juga senang karena masalah itu menemui titik terang. Dan aku tau
saat itu aku jadi pengacau, meski bagiku pengacau yang bermanfaat.
Aku pun seolah melakukan teror kepada seseorang. Seorang
pemimpin yang bagus sebenarnya, hanya saja mungkin dia memang butuh seseorang
untuk mengingatkan. Jadilah aku tiap waktu meng-sms dia untuk mengingatkan dan
menanyakan berbagai hal. Sebelumnya dia sudah ada yang sering mengingatkan,
hanya saja aku melihat orang itu terlalu lelah dalam mengingatkan karna lumayan
bebalnya dia sebagai pemimpin yang kadang-kadang mengutamakan egonya. Melihat
itu aku hanya ingin membantunya saja sebisaku, agar dia bisa ingat akan
berbagai tugas-tugasnya sebagai pemimpin. Yah,,, hitung-hitung sebagai caraku
untuk belajar menghadapi seorang pemimpin seperti dia yang selain egonya
tinggi, emosionalnya juga tinggi. Bukan hal yang mudah memang, hanya saja
memang harus dicoba dulu, ya kan???
Terlepas dari kedua kosa kata penggambaranku di atas, semoga
saja apa yang aku lakukan ini merupakan tindakan yang benar dan menimbulkan
dampak yang positif ke depannya. Manusia memang sepatutnya berusaha, terlepas
dari benar atau salah, baik atau buruk, hanya Allah yang tahu.
Sekarang kita fokuskan tulisan ini pada satu kata, yaitu
PEMIMPIN...
Singkat saja tentang pemimpin karena saya juga bingung kalau
membahas sesuatu terlalu panjang, bertele-tele dan bahkan mungkin jadinya
kemana-mana. So, Pemimpin adalah.....
Setiap manusia adalah pemimpin. Kalimat itu benar adanya dan
tak pernah bisa disanggah karna sudah termaktub dalam Al-Quran. Manusia
dilahirkan sebagai khalifah di dunia. Setidaknya manusia adalah pemimpin bagi
dirinya-sendiri. Dia seharusnya bisa mengatur dirinya sendiri dan mengendalikan
emosinya sendiri.
Bagiku seorang pemimpin adalah sosok yang seharusnya
bersahaja, bukan berkharisma. Karena ketika kebersahajaan tertanam dalam jiwa
seseorang, ia akan mencipta kharisma unik yang khas tentang dirinya. Dia akan
menjadi teladan bagi para anggotanya sehingga dia juga harus tampil sesempurna
mungkin didepan para anggotanya, meskipun sejatinya ia memang tak sempurna
karena dia memang hanyalah manusia biasa.
Pemimpin tak akan pernah takut. Dia akan menjadi orang yang
paling berani dari pada yang lain dan dia juga orang yang maju pertama kali dalam
menghadapi masalah. Tapi dia bukan tameng bagi anggotanya karena dia lagi-lagi
bukan dewa yang punya segala bentuk kekuatan. Dia tetap seorang manusia yang
memiliki titik terlemah dan kelemahan dalam dirinya.
Satu lagi, pemimpin tidak pernah mundur ataupun angkat
tangan dari tugasnya. Bukanlah pemimpin jika hanya karena egonya, dia
meninggalkan anggotanya yang ada dalam masalah. Manusia yang lari dari masalah
adalah manusia pengecut yang tak punya harga diri dan tak patut dihargai
ataupun dihormati. Sebaik-baik pemimpin adalah dia yang tetap maju dan tegar
dalam menghadapi setiap permasalahan, kecil ataupun besar, dan meskipun pada
akhirnya mengalami kegagalan. Dia sungguh pemimpin yang baik.
Subjektif mungkin. Tulisan ini benar terkesan subjektif karena
hanya menganut satu pendapat, hanyalah pendapat-pendapatku. Karena aku ingin
memiliki pemimpin seperti yang ada dalam bayanganku, seperti yang aku katakan
di atas. Dan pun aku ingin menjadi pemimpin itu. Pemimpin terbaik meskipun tak
sempurna.(ya)
Jejak Cinta di Tapak Batas
Cakrawala Biru
-Yuli Astutik-
Selasa, 24 April 2012
No title.....
Tentang sebuah pemikiran
Pemikiran yang selalu berbeda
bagi tiap orangnya
Anngapan yang pun tak selalu sama
tiap individu manusia
Entah negatif atau pun bahkan
positif...
Dan aku tak habis pikir
Pemikiran yang susah dibangun
Perlu perjuangan yang lumayan berat
Dan mungkin baru setengahnya jadi
Tapi kini malah dibiarkan bak
anak ayam kehilangan induknya...
Ah,,,,
Apakah aku bisa???
Aku memang tak sepenuhnya sendiri
dalam membangun pemikiran itu
Tapi jika jadi minoritas
Sanggupkah kami tak
tergoyahkan???
Aku sendiri takut
Takut bila pemikiran ini ikut
tergoyah
Retak dan akhirnya runtuh tak
berbekas
Berubah menjadi yang sebenarnya
tak aku inginkan
Aku takut...
Dan itu membuatku terpikir untuk
MUNDUR
Aku ingin MUNDUR...
Entahlah...
#mengingat masa
bersama mereka saat membangun idealisme dan pemikiran bersama untuk menjadi
lebih baik... rasanya tanpa mereka, aku tak bisa...
Label:
idealisme,
Keluarga Ko[m]plak,
Perjuangan,
Semangat
Senin, 23 April 2012
Nulis lagi....
Akhirnya.....
Berjumpa lagi dengan saya yang seorang penulis amatir. Sudah
sangat lama rasanya tidak posting di blog ini, postingan terakhir hanya berupa
kutipan sebuah syair tentang dakwah bukan tulisan yang lahir dari tangan saya
sendiri. Maka benar-benar matirlah saya ini. Udah tulisannya belum cukup
bermutu, ditambah gak produktif juga dalam menulis. Entah karena saya mulai
disibukkan dengan dinamika kampus atau saya yang sok sibuk di kampus. Kalau
bilang saya sibuk, saya belum sesibuk seperti Alkadri yang aktif di berbagai
kegiatan dan komunitas dan juga disibukkan dengan berbagai tugas kuliah tapi
dia tetap poduktif dalm menulis dan posting di blognya yang bisa dilihat
disini atau disini. Saya juga belum seperti teman-teman saya yang lainnya yang meskipun
dilimpahi amanah yang begitu banyak tapi tetap berusaha untuk produktif dalam
bidang baik itu menulis, gambar, bahkan nyanyi sekalipun. Nah saya hanya sok
sibuk di kampus, padahal sebenarnya dengan berbagai kesibukan itu, waktu-waktu
senggang yang saya rasakan masih sangat sering. Dan ternyata saya masih belum
bisa mengefektifkan waktu senggang saya itu untuk menulis. Alasan utamanya
adalah sifat saya yang masih suka malas untuk mengerjakan sesuatu, sifat buruk
yang harus segera dihilangkan, dan ternyata belum hilang-hilang juga sampai
sekarang.
Nah, sekarang kita kembali ke topik yang sebenarnya ingin
saya ceritakan. Ini tentang beberapa orang teristimewa dalam hidup saya,
tentang pengalaman-pengalaman yang saya alami dan tentang sebuah releksi dan
hikmah yang saya dapatkan selama saya menghilang dan tidak posting di blog ini.
Kemungkinan postingan ini akan sangat panjang, jadi jangan bosan yak... XD
Awal tahun 2012 saya mulai disibukkan dengan beberapa hal,
terutama mulai disibukkan dengan kuliah di semester empat yang dimulai pada
bulan februari. Gak terasa saya sudah 1,5 tahun di IPB, rasanya baru kemarin
menjalani masa-masa MPKMB, entah disambut ataupun menyambut. Nah, selain
kesibukan di kuliah, sejak januari saya mulai disibukkan dengan agenda
organisasi yang saya ikuti. Tingkat dua di IPB saya isi denga mengikuti dua
organisasi yakni DPM Fakultas Ekonomi Manajemen dan menjadi utusan DPM FEM
untuk menjadi anggota MPM KM IPB dimana saya juga terpilih enjadi BPH di
organisasi tersebut. Dua organisasi tersebut merupakan ranah yang sangat baru
bagi saya dimana pada tingkat satu saat di asrama saya tidak ikut organisasi
apapun di kampus, hanya sekedar jadi pengurus gedung asrama. Maka jadilah saya
harus banyak belajar tentang dunia legislatif dan konstitusi yang memang banyak
menyita waktu untuk rapat, rapat, dan rapat. Memang itulah tugas seorang DPM
dan MPM, rapat.
Selain disibukkan dengan kuliah dan organisasi, saya juga
disibukkan dengan sebuah kewajiban. Kewajiban seorang muslim untuk mensyi’arkan
ISLAM. Gak muluk-muluk sih, saya hanya ingin mengaktifkan rohis kelas
departemen saya di departemen Manajemen IPB. Alhamdulillah, sejauh ini selama
kurang lebih sembilan bulan sejak masuk departemen, Rohis kelas manajemen sudah
mulai hidup dengan berbagai kegiatan syiar dan semoga saja akan terus
berkembang seiring berjalannnya waktu.
Dengan berbagai kesibukan itu, hampir saja saya melupakan
sesuatu. Ulang tahun salah seorang teman terbaik saya yang jatuh pada bulan
februari yang juga merupakan puncak kesibukanku meskipun masih dalam masa liburan UAS semester ganjil. Sebenarnya
sih bukan lupa kalau dia ulang tahun pada tanggal 9 Februari kemarin, tepatnya
lupa dan gak sempet saking (sok) sibuknya untuk memberikan ucapan. Alhasil
dengan rencana memberi kejutan untuk
memberi hadiah sebuah tulisan pendek tentang dia, tapi lagi-lagi saking (sok)
sibuknya hadiah tulisan itu belum terealisasikan sampai saat ini, dua bulan
telah lewat dari hari ulang tahunnya. Dan dalam dua bulan itu saya sungguh
benar-benar membuat dia kecewa karena saya cuekin, tiap kali dia sms sering
saya abaikan secara sengaja untuk surprise, tapi bukannya bikin surprise malah
bikin dia kesal sama saya. Saya jadi benar-benar gak enak sama teman saya itu,
seolah-olah saya teman yang melupakan teman terbaiknya, yah lagi-lagi alasan
yang saya berikan kemarin adalah kesibukan, sok sibuk –lagi-.
Kemarin saat saya pulang kampung ke Madura dikarenakan ada
acara nikahan, yang jelas bukan saya yang nikah,hehe. Nah saat pulang itulah
kesempatan saya untuk ngasih kejutan buat teman saya itu, jadinya sebelum
pulang saya udah beliin hadiah neh buat dia. Sayangnya dia ternyata gak pulang
ke Pamekasan karna UTS katanya, jadinya saya hanya berniat untuk mengantarkan
hadiah yang saya beli itu kerumahnya untuk dititipkan ke ibunya saja biar ntar
jadi kejutan tersendiri. Masalahnya, saya kalo dirumah bawaannya makin malas
ngapa-ngapain, jangankan untuk keluar rumah, dirumah aja kerjaannya cuma makan
ama tidur. Alhasil, karna kemalasan saya itulah yang membuat saya mengantarkan
hadiah kerumah teman saya itu pada hari terakhir sebelum saya ke Bogor dan
tanpa sepatah pesan apapun. Kalo seandainya buka saya titipkan hadiah itu sama
ibunya, itu hadiah bisa dianggap hadiah kaleng yang misterius, hehehe... XD
Dan sepatah pesan itu ingin saya sampaikan disini, semoga
yang bersangkutan membacanya...
Kawan, tak terasa tujuh tahun telah kita lewati bersama dalam suka maupun duka. Dari zaman SMP yang masih ingusan, sampai masa SMA yang mulai kenal arti cinta, hingga kuliah dan proses menuju dewasa yang matang. Meski terpisah jarak, kau tau hati kita selalu bersama. Do'aku akan selalu bersamamu, karna kau telah menempati ruang istimewa dalam hatiku. Dan kau akan selalu menjadi sahabat terbaik dalam hidupku.
Atin Hasanah,,,, I Miss You Forever... :D hehehe
Oke, untuk teman-teman pembaca postingan ini, tunggu
postingan selanjutnya.... :)
Langganan:
Postingan (Atom)
